Direktur PT Global Mediacom  Christophorus Taufik S merupakan pria asli Malang (foto: istimewa)
Direktur PT Global Mediacom Christophorus Taufik S merupakan pria asli Malang (foto: istimewa)

Tidak mudah menaklukkan ibu kota Jakarta. Sampai ada ungkapan: ibu kota lebih 'jahat' dibandingkan ibu tiri. Tak berlebihan rasanya, sebab persaingan di ibu kota memang keras. Butuh kerja dan semangat baja agar tetap bertahan di kota metropolitan.

Di tengah persaingan ibu kota, ada wong Malang yang berhasil. Tak tanggung-tanggung ia menduduki jabatan penting di perusahaan besar. Dia adalah Christophorus Taufik S. Pria asli Malang yang kini menjabat sebagai direktur di PT Global Mediacom Tbk, anak perusahan milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo.

Kepada MalangTIMES, Taufik mengisahkan perjalanan hidupnya hingga seperti sekarang. "Saya SMA di Malang setelah itu kuliah di Universitas Trisakti. Lulus saya kerja di properti. Lalu di dua perusahaan operator seluler. Setelah itu baru gabung di MNC Group," kisah dia, Jum'at (11/5/2018).

Perjalanan Taufik berkarir di perusahaan besar ia bilang berkat seorang teman. Awalnya dia ditawari seorang kawan untuk bekerja di bidang properti. Setelah itu, kesempatan bekerja di perusahaan operator seluler juga ia dapatkan dari seorang kawan. Kemampuan Taufik makin dikenal luas hingga dipinang anak perusahaan milik Hary Tanoe.

"Kalau saya bilang perbanyaklah silaturahmi. Karena saya awalnya dari teman juga. Satu dua kali kita kerja berkat teman setelah itu baru skill dan kemampuan yang menentukan karir kita nantinya di sebuah perusahaan," ucap pria kelahiran 25 Februari 1967 ini.

Taufik menjelaskan perusahaan yang ia pimpin awalnya memang membawahi media massa termasuk televisi. "Tapi sekarang perusahaan berkembang jadi ada juga untuk finance dan ada juga perbankan serta asuransi," sambung dia.

Menjabat sebagai direktur, tentu bukan pekerjaan mudah. Apalagi soal waktu. Meski begitu, Taufik tak mau mengorbankan keluarga. "Saya sama anak dan istri sudah seperti teman. Pasti ada waktu di tengah pekerjaan. Misalnya Sabtu dan Minggu. Kita sering bukan hanya keluar bareng tapi main tinju bareng karena kami memang suka olahraga tinju," ujarnya.

Bagi Taufik, keluarga dan sahabat adalah kunci utama meraih sukses. Oleh sebab itu, meski belasan tahun tinggal di Jakarta ia tak pernah melupakan tanah kelahiran di Malang.

"Saya ke Jakarta mulai tahun 1986 sejak kuliah tepatnya. Sejak itu ya tetap sering pulang ke Malang dan kumpul dengan teman-teman. Berkunjung juga ke sekolah saya dulu," tukas alumnus SMA St. Albertus Malang itu. (*)