Unit K9 menurunkan anjing pelacak untuk menghalau massa dalam simulasi pengamanan pilgub yang digelar Polres Banyuwangi.
Unit K9 menurunkan anjing pelacak untuk menghalau massa dalam simulasi pengamanan pilgub yang digelar Polres Banyuwangi.

Guna memantapkan persiapan pengamanan pelaksanaan pemilihan gubernur Jawa Timur tahun 2018, Polres Banyuwangi menggelar simulasi pengamanan, Jumat (11/5/18) pagi. Kegiatan ini juga untuk menegaskan kesiapan aparat keamanan untuk mengawal setiap tahapan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur 2018.

Dalam simulasi tersebut digambarkan, pendukung salah satu calon tidak puas dengan hasil penghitungan suara. Sebab, calon yang didukungnya kalah. Situasi berkembang hingga terjadi aksi unjuk rasa besar-besaran oleh pendukung calon yang kalah. Mereka menuntut dilakukan pemilihan ulang. Polisi pun menerjunkan pleton polwan untuk melakukan negosiasi. Namun upaya ini menemui jalan buntu. 

Situasi pun berubah menjadi kericuhan karena pendukung calon kalah berbuat anarkis. Akhirnya petugas kepolisian menerjunkan pleton dalmas dan unit K9. Aksi saling dorong pun mulai terjadi antara Polisi dengan massa. Unit K9 menurunkan 3 anjing pelacak untuk menghalau massa. 

Massa semakin tidak terkendali. Mereka mulai melempari petugas kepolisian yang mengamankan aksi tersebut. Petugas akhirnya menerjunkan water canon untuk menghalau massa. Langkah ini berhasil. Massa akhirnya berhasil dibubarkan sehingga situasi kembali kondusif. 

Ditemui usai pelaksanaan simulasi, Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman menyatakan, dari pelaksanaan simulasi itu, ada beberapa hal yang perlu dilakukan pembenahan agar dalam pelaksanaan semuanya dapat berjalan dengan lancar. Dalam pengamanan, kata Dia, juga melibatkan TNI dan instansi samping serta ormas yang ada. "Simulasi ini untuk menunjukkan kesiapan kita, kita sudah mampu melaksanakan tahapan-tahapan pemilu sesuai yang sudah ditetapkan," ucapnya. 

Sejauh ini, lanjut kapolres, di wilayah Banyuwangi tidak ada potensi kerawanan dalam pelaksanaan pilkada. Namun pihaknya masih terus melakukan evaluasi untuk melihat potensi kerawanan. "Kami terus melakukan pemetaan dan evaluasi kerawanan yang mungkin timbul," ujar dia.

Simulasi ini melibat berbagai instansi masyarakat. Selain TNI dan Polri, kegiatan itu juga melibatkan satpol PP dan linmas. Simulasi ini dilaksanakan di depan Pendapa Saba Swagata Blambangan dan dihadiri seluruh forum pimpinan daerah, KPU dan Panwaslu Kabupaten Banyuwangi. (*)