Hj Jajuk Rendra Kresna mengapresiasi program hapus tato yang akan diselenggarakan besok (8/5) di MDC (Dok MalangTIMES)
Hj Jajuk Rendra Kresna mengapresiasi program hapus tato yang akan diselenggarakan besok (8/5) di MDC (Dok MalangTIMES)

Satu hari lagi, program Hapus Tato pertama kalinya di Malang Raya yang diselenggarakan oleh media online berjejaring terbesar di Indonesia  MalangTIMES bersama Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Mall Dinoyo City (MDC), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Hidayatullah, dan Islamic Medical Service (IMS), digelar.

Program tersebut, ternyata di luar ekspektasi penyelenggara. Bukan hanya banyaknya warga Malang Raya sampai luar daerah yang ikut mendaftar, dukungan berbagai pihak pun juga membludak, seperti Rumah Sakit Muhammadiyah Malang, Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang, dan Klinik Hidayatullah Malang.

Dukungan yang mengalir dari berbagai pihak tersebut, menurut Ketua PKK Kabupaten Malang Hj Jajuk Rendra Kresna adalah bentuk nyata bahwa kebaikan masih hidup di dalam masyarakat. 

"Program hapus tato ini bagus. Satu sisi bermanfaat bagi mereka yang ingin kembali ke jalan agama (Islam,  red) dengan cara menghapus tato di tubuhnya. Sisi lain menyuburkan kebaikan di berbagai kalangan. Ini bisa ditiru dan ditarik ke Kabupaten Malang nantinya," kata Jajuk kepada MalangTIMES, Senin (7/5/2018). 

Duplikasi program hapus tato ke wilayah Kabupaten Malang,  masih menurut Jajuk, bisa saja dilaksanakan untuk tahun depannya. Hal ini berangkat dari pengalaman pribadi Jajuk yang kerap saat melakukan berbagai kunjungan ke desa-desa,  dicurhati warga yang dijustifikasi nakal dikarenakan bertato. 

Jajuk bercerita, mereka yang terlanjur dicap nakal dan ingin kembali menjadi orang baik di mata masyarakatnya,  kerap menghadapi kendala. "Salah satunya untuk menghapus tato yang tentunya membutuhkan dana terbilang besar. Karenanya dengan adanya program ini, saya pikir bisa membantu mereka," ujar Bunda PAUD Kabupaten Malang ini. 

Bertolak dari berbagai pengalaman tersebut,  Jajuk menyatakan,  program hapus tato tersebut bisa diajukan ke Bupati Malang untuk menampung harapan warga Kabupaten Malang. 

Dari sisi seorang ibu,  Jajuk menyampaikan,  bahwa di usia remaja pergaulan menjadi faktor dominan dalam proses pencarian jati diri. Sayangnya, terkadang dalam proses tersebut,  kerap para remaja terjerumus dalam hal-hal yang akhirnya membuat mereka menyesal di kemudian hari. 

"Saat itu terjadi,  kitalah yang bisa memberikan jalan keluarnya. Dengan berbagai program yang bisa membuat mereka kembali kepada kita sebagai orang tuanya," ujarnya. 

Selain hal tersebut Jajuk juga berpesan kepada generasi muda untuk tetap berpikir positif dalam pencarian jati dirinya,  sehingga tidak terjerumus kepada hal-hal yang sifatnya merugikan diri,  keluarga dan masa depannya. 

"Dengan program hapus tato saya harapkan ini bisa dijadikan program tahunan nantinya,  khususnya di Kabupaten Malang," pungkas Jajuk.