Kapolsek Kedungkandang Kompol Suko Wahyudi menanyai kedua pelaku (paling kiri), Rabu (2/5/2018) (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kapolsek Kedungkandang Kompol Suko Wahyudi menanyai kedua pelaku (paling kiri), Rabu (2/5/2018) (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Budi Nugroho (38) warga Jl Kerto Sentono 99 RT 07 RW 02 Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru dan Agus Setyawan (30) warga Jl Balean Barat 47F, RT 01 RW 11 Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, Kota Malang terpaksa berhenti berjualan ceker dan tahu pedas.

Tergoda untung banyak, mereka malah kerja sampingan menjadi pengedar sabu-sabu hingga akhirnya diamankan petugas. Saat diperiksa petugas, kedua tersangka mengaku menjual sabu-sabu untuk mendapatkan keuntungan lebih.

Pelaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang warga Aceh yang telah menjadi warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lowokwaru.

Kapolsek Kedungkandang Kompol Suko Wahyudi mengungkapkan kedua pelaku berhasil diringkus dalam Operasi Tumpas setelah jajaran anggotanya melakukan penelusuran di wilayah Kedungkandang. 

"Setelah diperiksa lebih lanjut, pelaku ini ternyata membeli dari seseorang yang ada di dalam Lapas dengan sistem ranjau. Mereka berkomunikasi melalui HP," jelasnya kepada MalangTIMES, Rabu (2/5/2018).

Ia melakukan transaksi pada 15 April 2018. Saat itu oleh penjual di dalam Lapas, pelaku disuruh menaruh uang tersebut di belakang kaki patung robot di kawasan Lapangan Rampal. 

Tersangka selanjutnya disuruh pergi ke rel kereta api dekat Rumah Sakit Lavalette dan mengambil ranjau sabu di rel kereta api dekat warung soto. Sabu tersebut diletakkan dalam bungkus rokok Marlboro.

"Selanjutnya barang tersebut dibawa tersangka pulang. Oleh tersangka barang tersebut dibagi menjadi 7 poket kecil yang rencananya dijual seharga Rp 150.000/poket," jelasnya. 

Tersangka berhasil ditangkap setelah ada informasi tentang pesta sabu yang akan digelar di rumah pelaku. Dari informasi tersebut petugas melakukan penyelidikan.

Benar saja, ketika diselidiki kedua pelaku yang ternyata masih ada hubungan saudara ini akan menggelar pesta sabu.

"Ketika digerebek pelaku sedang membungkus sabu tersebut menjadi poket kecil untuk dijual kembali. Tapi kalau tidak laku ya katanya akan dipakai sendiri. Ia ternyata juga seorang residivis yang sudah masuk penjara sebanyak tiga kali. Satu dalam kasus grasak atau pil koplo dan dua kasus karena perkelahian,"pungkasnya.