Di depan Mushalla itulah, kendaraan roda tiga milik Siswanto, diparkir (Agus Salam/Jatim TIMES)
Di depan Mushalla itulah, kendaraan roda tiga milik Siswanto, diparkir (Agus Salam/Jatim TIMES)

Beberapa hari ke depan, Siswanto (36) dimungkinkan libur berjualan. Sebab, kendaraan roda tiga yang biasa dipakai mengangkut jualannya, hilang.

Kendaraan buatan china tersebut dimaling, saat diparkir di depan rumahnya. Aksi pencurian itupun kemudian dilaporkan ke Polsek Kademangan.

Belum diketahui pasti, waktu dan jumlah pelaku yang mencuri motor tiga roda yang diparkir di timur musala  Al Fadholi tersebut. Sebab, tidak ada satupun keluarga korban dan tetangga yang melihat aksi pencurian itu.

Keluarga Sugiyanto mengetahui kalau motor bernopol N 8518 RD hilang, Rabu (2/5) sekitar pukul 07.00. Dan yang mengetahui, kakak Sugiyanto yang bernama Rohmat Hidayat (38).

Disebutkan, Rohmat pagi itu berboncengan mengantar anaknya jalan-jalan. Pas lewat di depan rumah adiknya. Ia melihat motor merk Viar yang biasa diparkir di depan mushalla, tidak ada. Karena dikira dibawa adiknya, iapun terus melanjukan perjalanan, jalan-jalan bersama anaknya.

“Terus pulang jalan-jalan, saya lewat lagi. Saya lihat kendaraannya tidak ada. Terus saya tanyakan. Ternyata adik saya, bingung,” tandasnya.

Setelah dicari kemana-mana tidak ada, akhirnya ia dan adiknya menyimpulkan, kalau kendaraan adiknya, hilang. Kejadian itupun sekitar pukul 09.00 dilaporkan ke Mapolsek Kademangan.

Usai melapor, Siswanto mengatakan, tidak mengetahui kalau kendaraan yang biasa dipakai mengangkut jualan ke Taman maramis, dibawa kabur maling. “Tashunya dari kakak saya,” tandanya.

Karenanya ia tidak mengetahui, kapan komplotan maling menyatroni rumahnya. Pria yang tinggal di RT 4/RW 2, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan tersebut mengatakan, kalau sekitar pukul 22.00 kendaraan berwarna biru tua itu masih terparkir ditempat biasanya. Karena capek, korban lantas tertidur pulas hingga pagi hari. “Tahu-tahu kakak datang memberitahukan kalau motor saya tidak ada ditempat parkir,” tambahnya.

Akibat kendaraannya hilang, Siswanto tidak bisa berjualan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) selatan perumahan Asabri. Sebab, menurutnya, kendaraan tersebut digunakan berjualan setiap sore hingga malam.

"Ya, mau gimana lagi. Terpaksa libur dulu. Mudah-mudahan cepat ketemu dan saya bisa berjualan lagi. Untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. Dulu motor ityu, kami pakai jualan buah,” pungkasnya.

Terpisah, Kapolsek Kademangan Kompol Toyip Subur membenarkan, kalau di wilayahnya ada aksi pencurian kendaraan roda tiga.

Dan korbannya telah melaporkan kejadian tersebut. Hanya saja, korban harus pulang terlebih dahulu dan harus kembali lagi ke mapolsek untuk mencukupi kekurangan berkasnya. “Kami tidndaklanjuti laporan ini. Kami selidfiki dan dalami, agar pelakunya tertangkap,” ujarnya singkat.