Pelaku pencabulan terhadap seorang dengan gangguan jiwa saat diamankan Unit PPA Satreskrim Polres Jombang (istimewa)
Pelaku pencabulan terhadap seorang dengan gangguan jiwa saat diamankan Unit PPA Satreskrim Polres Jombang (istimewa)

Kakek berumur 60 tahun di Kabupaten Jombang terancam hukuman kurungan 9 tahun penjaran. Hal tersebut lantaran, kakek berprofesi tukang becak itu telah tega mencabuli tetangganya yang mengidap gangguan kejiwaan.

Pelaku dugaan pencabulan berinisial R (60) warga Desa Plandi, Kecamatan/Kabupaten Jombang itu diamankan oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang di kediamannya sesaat setelah menarik becak, Selasa (1/5) pukul 10.00 WIB. Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa pakaian korban dan pakaian tersangka saat melakukan pencabulan.

"Unit PPA Satreskrim Polres Jombang telah mengamankan satu orang pelaku yang diduga melakukan tindak pidana pencabulan," ungkap Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Gatot Setya Budi, Rabu (2/4).

Kasus dugaan tindak pidana pencabulan yang dialami K (50) yang diketahui sedang mengidap gangguan kejiwaan ini, menurut AKP Gatot Setya Budi, sebelumnya sudah dilaporkan keluarga korban sejak tanggal 20 April 2018 lalu. Kini, pelaku sudah dilakukan penahanan dan diancam tindak pidana dengan ancaman hukuman 9 tahun kurungan penjaran.

“Masih kita mintai keterangan. Pelaku terancam Pasal 289 KUHP tentang melakukan perbuatan cabul dengan ancaman hukuman penjara paling lama 9 tahun," tegas Kasatreskrim Polres Jombang.

Dari pernyataan pelaku, lanjut Kasatreskrim, bahwa pelaku mengaku memaksa korban untuk berhubungan badan di sebuah rumah kosong, yang berada tidak jauh dari rumah korban dan pelaku. "Korban mengaku dipanggil oleh tersangka, setelah itu korban diseret masuk ke dalam rumah kosong,  di dalam rumah kosong korban disetubuhi dan dicabuli oleh tersangka," beber AKP Gatot Setya Budi.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang tukang becak asal Desa Plandi, Kecamatan/Kabupaten Jombang tega mencabuli tetangganya yang sedang mengidap gangguan kejiwaan sejak kecil. Aksi bejat yang dilakukan oleh kakek bercucu dua ini, dilakukan di sebuah rumah kosong pada Kamis (19/4) lalu.

Sementara menurut penjelasan Kakak kandung korban, Sunanik (60) bahwa hal yang menimpa adik kandungnya itu bukan hal yang pertama kalinya. "Ini sudah berkali-kali mas. Dia (pelaku, red) juga mengaku sudah 5 kali melakukannya," pungkas kakak korban saat diwawancarai.(*)