Korban Tri Wahyudi menunjukkan belasan kuitansi pembayaran atas janji masuk CPNS. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Korban Tri Wahyudi menunjukkan belasan kuitansi pembayaran atas janji masuk CPNS. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

 Dua orang yang mengaku korban penipuan mendatangi kantor DPD Golkar Kabupaten Tulungagung. Kedua korban itu adalah Sri Ekowati, warga Desa Sukowidodo, Karangrejo, dan Tri Wahyudi, warga Desa  Bendilwungu, Kecamatan Sumbergempol. 
"Saya datang karena sudah melakukan pendekatan dan minta yang dikembalikan. Bahkan kami sudah ke reskrim juga tapi diminta dilaporkan ke sini dulu," kata Tri Wahyudi saat ditemui di DPD II Partai Golkar Tulungagung. 

Tri menunjukkan 13 kuitansi pembayaran kepada perantara (makelar) berinisial SB yang pengakuannya adalah orang kepercayaan Riyanah, anggota DPRD Tulungagung dari Fraksi Golkar. "Katanya uangnya telah disetor ke Riyanah. Jadi, kami melaporkan itu agar uang dikembalikan," ucap Tri. 

Dana yang disetor oleh Tri dari 13 kali pembayaran berjumlah total Rp 135,5 juta. Uang itu disetor sejak 2013 awal.  "Janjinya kami dimasukkan jadi PNS. Jadi, kami percaya saja saat itu. Setelah ditunggu, tidak ada kabar. Akhirnya kami lapor," ungkapnya.

Sementara itu, pelapor lainnya, Sri Ekowati, mengaku juga telah menjadi korban penipuan sebesar Rp 95 juta dan dibayarkan empat kali. "Saya juga sama. Saya bayar 4 kali dan total uang yang sudah saya serahkan senilai Rp 95 juta," kata dia sesaat setelah diterima Sekretaris DPD II Partai Golkar Tulungagung Bambang Irianto. 

Menanggapi hal itu, Bambang Irianto yang menerima aduan kedua korban telah mengumpulkan barang bukti dari korban penipuan yang diduga dilakukan anggota DPRD Kabupaten Tulungagung dari pertainya. "Ini sudah bukan yang pertama. Beberapa saat yang lalu juga terjadi kasus serupa. Kami telah minta keterangan dan minta fotokopi barang bukti. Kami akan proses dulu dengan memanggil Riyanah," ujarnya usai menerima laporan 

Bambang menegaskan, proses pemanggilan Riyanah diupayakan dalam waktu secepatnya agar segera bisa diketahui duduk masalahnya.  "Kami akan panggil melalui tim sembilan besok. Pokoknya akan kami panggil secepatnya untuk klarifikasi dulu," ucap dia.

Jika dalam panggilan tidak bisa dihadirkan, maka tim 9 atas nama partai akan melaporkan sendiri masalah tersebut ke polisi.  Mereka ke sini kan sudah atas petunjuk dari kepolisian. Jadi, kami selesaikan dulu jika bisa. Namun, jika ternyata tidak kooperatif, kami akan laporkan ke pihak berwajib dan DPD Golkar Jawa Timur," tandasnya.

Dari hasil yang diterima Bambang, pengadu telah ditipu sejak awal 2013 dan awal 2015. Kedua korban mengaku menyerahkan uang kepada pihak kedua, yakni SB, dan SB mengatakan telah menyerahkan pembayaran dari korban kepada Riyanah. 

Sementara itu, Riyanah yang merupakan pihak teradu (terlapor)  dan juga anggota DPRD serta ketua Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Boyolangu belum bisa di konfirmasi atas laporan tersebut. (*)