Ilustrasi
Ilustrasi

Status dalam postingan di media sosial sering mengakibatkan salah paham. Seperti yang terjadi di Tulungagung setelah Abdel Rival Lanang Sambodo (18), warga RT 01 RW 4 Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru. melaporkan Vito, warga Desa Jatimulyo, Kecamatan Kauman. 
"Laporannya penganiayaan karena masalah foto dalam acara di jaranan kemudian diunggah di Facebook," kata Kasubag Humas Polres Tulungagung Iptu Sumaji 

Sumaji memaparkan asal muasal kejadian. Yakni pada Sabtu malam Minggu (28/04) lalu, korban Lanang menonton acara kesenian jaranan di Pasar Pahing. "Saat itu, korban ini foto bareng wanita yang juga salah satu pemain jaranan," jelasnya 

Setelah foto shelfie itu, keesokan harinya Minggu (29/04) korban meng-upload hasil jepretan fotonya bersama kru jaranan ke media sosial. "Selang sehari, foto shelfie itu di-upload ke medsos," tambahnya 

Kemudian selang satu hari. yakni Senin (30/04), korban diberi tahu oleh temannya bahwa ada orang mengunggah foto korban dengan caption "Rai Gedhek" dan menyertakan foto milik korban Lanang Sambodo. 
"Setelah dicek memang ada foto dan tulisan 'Rai Gedhek'. Korban berusaha menghubungi pemostingnya, yakni Vito (terlapor) dengan cara melakukan chat meminta klarifikasi," papar Sumaji. 

Gayung bersambut. Menerima chat dari korban, Vito yang mengaku pacar perempuan yang diunggah korban meminta bertemu di salah satu tempat di kuburan Jabon, Desa Jatimulyo, dan menuduh bahwa Lanang telah merebut kekasihnya. 
"Karena dituduh merebut pacar, korban menyanggupi untuk bertemu dengan terlapor ini. Kemudian sesampai di tempat yang dijanjikan, justru korban diajak berkelahi dan dianiaya," ungkap Sumaji 

Merasa mendapat perlakuan yang tidak semestinya, Lanang melaporkan kasus penganiayaan yang menimpa dirinya ke Mapolres Tulungagung. "Laporan sudah diterima. Kini prosesnya masih penyidikan untuk memintai keterangan kedua belah pihak," pungkasnya. (*)