Sutiaji (kanan) saat menyapa salah satu warga dikawasan Blimbing (Foto : Istimewa)
Sutiaji (kanan) saat menyapa salah satu warga dikawasan Blimbing (Foto : Istimewa)

Pasangan calon (paslon) Wali Kota Sutiaji dan Wakil Wali Kota Sofyan Edy Jarwoko (SAE) makin aktif melakukan silaturahim yang lebih personal dan kekeluargaan dengan menjumpai para tokoh publik, ulama, budayawan dan komunitas.

Model komunikasi tersebut diklaim menjadi andalan pasangan SAE dalam meraih simpati masyarakat.

Dampaknya sudah terlihat. Banyak sekali komunitas-komunitas masyarakat maupun masyarakat secara pribadi yang begitu respek dengan pasangan SAE sampai pada pendeklarasian dukungan.

Tak ayal banyaknya dukungan tersebut, semakin memperkuat amunisi senjata pasangan SAE dalam meraih kemenangan untuk Kota Malang yang lebih baik dalam Pilkada 2018.

SAE menilai, komunikasi informal antar pribadi akan lebih mudah untuk membangun kesamaan perspektif SAE dengan warga Kota Malang dalam upaya menggali aspirasi masyarakat, khususnya para calon pemilih.

“Memang  jangkauan khalayaknya kecil dan melelahkan. Akan tetapi bangunan komunikasi  interpersonal ini lebih kokoh mendekatkan hubungan emosional jangka panjang, sehingga bangunan silaturahim lebih bisa bertahan”, ujar Sutiaji.

Bahkan, tidak jarang Sutiaji – Edi menyapa kawan lama, mengunjungi warga yang sakit, makan bakso bersama musisi jalanan, atau menghadiri undangan pesta pernikahan yang digelar masyarakat untuk menjalin keakaraban dan komunikasi intens.

Lanjut Sutiaji, membangun keakraban dengan berbagai kalangan, lebih banyak dilakukan pendekatan secara personal.

Meskipun begitu, pengerahan masa juga adalah satu bagian yang penting dalam mengali aspirasi dan kemaun masyarakat.

"Kampanye tak lepas dari seni komunikasi. Memang ada saatnya “show of force”. Tapi, komunikasi antar pribadi tetap memiliki daya rekat yang tinggi, dan diharapkan melalui kampanye sunyi ini dicapai hasil yang lebih mengakar," pungkas Sutiaji.