Dua tersangka Rubingan dan Syaifullah saat diamankan petugas kepolisian (Foto : Istimewa)
Dua tersangka Rubingan dan Syaifullah saat diamankan petugas kepolisian (Foto : Istimewa)

Peristiwa pilu dialami oleh BEL (11) dan DIN (7). Dua gadis kecil yang masih kakak dan adik ini menjadi korban pencabulan.

Parahnya pencabulan tersebut dilakukan oleh dua pria yang masih tetangganya. Mereka adalah Rubingan (47) dan Syaiful (22). Keduanya memiliki hubungan bapak dan anak.

Peristiwa terjadi di kamar kos Jalan Kedurus, Kecamatan Karang Pilang. Yang lebih dahulu melakukan pencabulan adalah Syaiful pada bulan Januari dan Februari tahun 2018 ini.

Syaiful bahkan tega melakukan persetubuhan terhadap korban BEL. Aksi bejat itu dia lakukan sebanyak tiga kali. Semua terjadi di kamar kosnya.

Rupanya, aksi jahanam ini juga dilakukan oleh Rubingan. Hampir setiap mau mandi Rubingan meremas payudara serta kemaluan BEL dan DIN. Sehingga peristiwa ini akhirnya dilaporkan kepada orang tua korban.

“Ternyata pelaku memegangi payudara dan kemaluan korban. Kejadian ini berulang-ulang hingga Februari (2018),” kata Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruht Yeni.

Aksi tak senonoh yang dilakukan pelaku, tenyata tidak hanya kepada BEL.

Pelaku yang merupakan pekerja swasta ini juga bertindak cabul terhadap DIN, yang tak lain merupakan adik kandung BEL.

Menurut dia, aksi tak terpuji Rubingan ini terbongkar, setelah korban bercerita kepada ibunya.

Mendapat cerita anaknya tersebut, ibu korban tak terima dan melaporkan ke Unit PPA Polrestabes Surabaya, 26 April 2018.

Atas laporan tersebut, anggota Unit PPA Polrestabes Surabaya bergerak cepat dan menangkap pelaku di rumah kosnya. Pelaku langsung dijebloskan ke sel tahanan Saterskrim Polrestabes Surabaya.

“Kami sudah melakukan visum korban, memang korban dicabuli pelaku,” tutur Ruth.

Ketika kasus dikembangkan penyidik kemudian menemukan fakta lain. Di mana yang melakukan pencabulan bukan Rubingan seorang. Tapi juga Syaifullah yang merupakan anak dari Rubingan.

Dalam pemeriksaan sementara kedua pelaku mengakui perbuatannya dan tidak ada paksaan. Pelaku berbuat pencabulan dilakukan selama dua bulan lamanya.

Atas tindakan pelaku, penyidik menjerat ke duanya dengan Pasal 82 UU NO 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI no. 23/2002 tentang perlindungan anak.