TKP kontrakan yang disatroni pencuri (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
TKP kontrakan yang disatroni pencuri (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sebuah kontrakan di Jalan MT Haryono, Gg VI C, nomer 847 D, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang disatroni maling.  Rumah itu dihuni empat warga Probolinggo yakni Ahmad anwar (18), Pramudya(18), Muhammad Anwari(18), dan Reaki Alfarizi(19), disatroni pencuri. (28/4/2018).

Tak tanggung-tangung, pencuri  menggasak empat laptop milik penghuni rumah yang jika ditotal, kerugiannya mencapai Rp 30 juta. Kejadian tersebut terjadi ketika tiga penghuni rumah kontrakan tersebut sedang keluar dan satu penghuni rumah sedang tertidur di kamar tengah.

"Saat itu saya berangkat kerja sekitar pukul 07.00 wib, sedangkan teman saya berangkat kuliah pukul 07.30 wib dan satu teman lagi sedang pulang kampung, nah satu teman saya tidur di kamar tengah, saat saya bernagkat ngak saya bangunkan," jelasnya Reksi Alfarizi (29/4/2018).

Lanjutnya, dan ketika pergi, temannya yang terakhir memang tidak mengunci pintu rumah tersebut. Karena ia pikir di dalam rumah terdapat satu teman sehingga dirasa aman. Terlebih lagi, biasanya pintu juga jarang dalam keadaan terkunci, namun tidak pernah terjadi aksi pencurian.

Namun setelah temannya yang kuliah tersebut kembali dari kampus sekitar pukul 11.00 wib, ia mencari laptopnya di kamar untuk membetulkan tugas. Namun ketika mencari laptop miliknya tidak ada, ia langsung membangunkan teman yang sedang tidur untuk menanyakan laptop.

Namun temannya tersebut ternyata juga kehilangan laptop miliknya yang diletakkan di samping tempat tidurnya. Setelah itu, ia dan temannya mencoba mencari laptopnya di kamar lain, namun saat itu laptop milik temannya juga hilang.

"Nah saya pas kerja dikasih tau sama teman saya kalau kecurian langsung saya suruh ke kantor polisi. Teman saya juga sudah mencoba bertanya kepada tetangga sebelah, apakah sempat melihat orang masuk, namun tetangga tidak ada yang tahu," ungkapnya

Ia juga mengatakan, bahwa untuk peristiwa pencurian seperti ini, memang baru pertama kali dialami. Namun kalau kehilangan seperti sandal atau sepatu, sudah sering. "Memang yang main kesini banyak, mas sehingga kita nggak bisa nuduh. Selama ini pintu juga jarang kita kunci namun aman-aman saja, baru kali ini," katanya

Sementara itu, kasus pencurian ini sudah ditangani oleh Polsek Lowokwaru. Proses penyelidikan sendiri masih terus berlanjut