Pelaku pengedar uang palsu setelah ditangkap kepolisian dengan barang bukti di tangan. (Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Pelaku pengedar uang palsu setelah ditangkap kepolisian dengan barang bukti di tangan. (Humas Polres Malang for MalangTIMES)

Gara-gara membeli rokok,  warga Dusun Karang Tengah RT 06 RW 01 Desa Karangwidoro,  Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, bernama Sumadi (51) digelandang kepolisian,  Sabtu (28/04) kemarin. 

Pria separo baya yang berprofesi sebagai karyawan swasta tersebut ditangkap setelah membeli satu pak rokok di toko pracangan warga Desa Sumbersuko,  Kecamatan Wagir. Pasalnya,  pemilik toko Musfiratul Hidayah (27) merasa curiga dengan uang pembayaran tersebut. 

Setelah dicek secara teliti,  ternyata uang pembayaran rokok dari Sumadi merupakan uang palsu. Pelaku yang masih belum jauh dari tempat kejadian perkara,  akhirnya diamankan oleh Abdul Hamid (27) sebelum dilaporkan ke Polsek Wagir. Polsek Wagir yang mendapat laporan adanya pengedaran uang palsu di wilayahnya segera menuju lokasi kejadian dan menangkap pelaku.

Kasus itu dibenarkan oleh Kasubag Humas Polres Malang AKP Farid Fathoni yang menyatakan,  dari hasil penangkapan anggota di Polsek Wagir ditemukan bukti kuat pelaku mengedarkan uang palsu. 

"Dari pelaku, diamankan barang bukti uang palsu sebanyak 18 lembar yang  terdiri dari pecahan 50 ribuan tiga lembar dan lima belas lembar pecahan 100 ribuan," kata Farid, Minggu (29/03). 

Selain uang palsu yang dibawa pelaku tersebut, diamankan juga satu lembar uang kertas pecahan Rp 50 ribu yang  dibelikan satu pak rokok serta uang tunai asli  kembalian pembelian sebesar Rp 34 ribu. 

Farid menyampaikan kejadian terjadi kemarin sekitar pukul 14.30 WIB. Dimana pelaku melakukan aksinya dengan modus menukarkan uang palsu dengan cara membeli barang dan mencari kembalian dari pedagang. 

"Yang dicari uang kembalian asli dari transaksi. Warga diminta berhati-hati dengan modus tersebut, " ujarnya. 

Peredaran uang palsu kerap terjadi saat mendekati hari-hari besar,  seperti menjelang bulan Ramadhan sampai pada hari raya Idul Fitri. Modus melakukan pembelian langsung dengan mencari uang  asli kembalian,  menjadi opsi para pelaku pengedar uang palsu dalam ramainya transaksi di hari-hari besar. 

Atas  kondisi tersebut,  Polres Malang mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam melaksanakan aktivitas perdagangannya. Agar tidak tertipu menerima uang palsu dan akhirnya merugi dengan ulah para pengedar. 

"Silakan lapor kepada kepolisian terdekat kalau mendapatkan kasus seperti yang terjadi di wilayah Wagir tersebut. Sehingga kepolisian bisa menanganinya sesuai prosedur," pungkas Farid. (*)