Anggota Komisi IV DPRD Situbondo, Hasanah pakai busana hitam saat meninjau UNBK kejar Paket C di SMKN 1 Panji (Foto Sony Haryono/Situbondo TIMES)

Anggota Komisi IV DPRD Situbondo, Hasanah pakai busana hitam saat meninjau UNBK kejar Paket C di SMKN 1 Panji (Foto Sony Haryono/Situbondo TIMES)



Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Komisi IV Kabupaten Situbondo, Dra. Hasana Tahir MPdi tinjau langsung kegiatan UNBK Kejar Paket C di SMK 1 Panji, Jalan Gunung Arjuno N0. 17 Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Jum'at (27/4/2018).

Menurut Hasanah, kegiatan UNBK Kejar paket C di SMK 1 Panji, Kabupaten Situbondo ini, seharusnya menjadi perhatian khusus bagi semua pihak.

"Kita mempunyai kewajiban belajar selama 12 tahun. Untuk itu, kami sangat mengapresiasi dengan adanya Ujian Kejar paket C ini," terang Hasanah.

Dilihat dari semangat para peserta yang mengikuti UNBK ini, sambung Hasanah, dirinya sangat terharu. Demi mengharapkan mendapat ijasah kejar paket C, mereka berusaha keras menjawab soal-soal UNBK tersebut.

"Saya rasa terharu ketika mensaksikan langsung para peserta UNBK Kejar Paket C mengerjakan soal jawaban. Dengan segala kekurangannya para peserta UNBK Kejar Paket C tersebut berupaya keras menjawab lembar soal di komputer," tuturnya.

Tak hanya rasa haru saja yang disampaikan Hasanah saat mensaksikan UNBK Kejar Paket C tersebut. Akan tetapi, aktivis perempuan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengapresiasi dan memberi semangat kepada peserta UNBK tersebut.

"Saya rasa para peserta UNBK Kejar Paket C itu sudah mepersiapkan segala sesuatunya dalam menghadapi UNBK. Karena tanpa kesiapan khusus mereka tidak akan bisa mengerjakan soal  Ujian Kejar Paket C yang berbasis Komputer tersebut," pungkasnya", pungkasnya.

Sementara itu, Suri Naryoto (52) peserta Ujian Kejar paket C, asal Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo mengatakan, dirinya mengikuti Ujian Kejar paket C tujuannya agar mendapatkan ijasah yang setara SMA dan dapat dipergunakan untuk mengikuti tes calon perangkat Desa nantinya.

"Kesulitan mengerjakan soal ujian, karena menggunakan komputer. Namanya saya sudah lanjut usia, maka dalam mengoperasikan komputer masih agak bingung. Tapi alhamdulillah, pada sesi pertama soal-soal sudah saya jawab semua", jelas Suri. (*)


End of content

No more pages to load