Mahasiswi UIN Maliki Malang Ayu Atikah memproduksi tas harga terjangkau dengan label Joyshop Collection. (foto: Ayu for MalangTIMES)
Mahasiswi UIN Maliki Malang Ayu Atikah memproduksi tas harga terjangkau dengan label Joyshop Collection. (foto: Ayu for MalangTIMES)

Memupuk jiwa wirausaha memang tidak mudah. Tetapi dengan tekad kuat, semangat berwirausaha di bidang apa pun akan membuahkan hasil positif. Seperti yang dilakukan oleh mahasiswi Malang Ayu Atikah.

Ia mengawali usaha sejak duduk di bangku madrasah aliyah (SMA). Kala itu, Ayu sudah mulai berjualan online. Dia menawarkan aneka produk fashion mulai busana hingga hijab.

"Awalnya masih jualan macam-macam produk, mulai dari make up, baju, jilbab, dan tas. Kenapa lebih ke fashion wanita? Karena saya rasa memasarkan produk wanita lebih mudah karena wanita identik dengan fashion dan suka belanja," terangnya kepada MalangTIMES.

Beberapa tahun berjalan, Ayu akhirnya fokus menekuni fashion item. yakni tas. Sebagai seorang mahasiswi, ia paham benar bahwa wanita cukup suka bergonta-ganti tas. Apalagi untuk dipakai kuliah ke kampus.

"Kemudian saya fokus produksi tas wanita karena saya sendiri merasa sebagai mahasiswi butuh beberapa tas untuk kuliah. Bisa ganti-ganti tas dengan harga murah. Apalagi,  dengan target pasar yang tepat l, yaitu anak sekolahan dan kuliahan," lanjut wanita berusia 22 tahun ini.

Produk tas besutan Ayu diberi label Joyshop Collection. Lokasinya berada di Jalan Raya Sumbersari Nomor 285B Kota Malang.

Selain offline store, produk tas bisa ditemukan di media sosial Instagram @joyshopcollection_malang. Aneka tas ditawarkan oleh Ayu mulai model ransel hingga sling bag.

Produk tas miliknya menggunakan berbagai material bahan. "Tasnya kebanyakan bahan-bahan kulit sintetis,  ada kanvas juga. Kalau sekarang lagi fokus ke bahan kulit impor," jelas dia.

Meski menggunakan material berkualitas, harga tas besutannya anti-mahal. Rata-rata tas dibanderol di kisaran Rp 10.000 hingga 65.000.

"Produksi tas tidak dilakukan di Malang. Kebetulan ada keluarga di Lamongan yang hendel produksinya," ungkap dia.

Dengan harga super-terjangkau, Ayu menargetkan usahanya ke depan bakal menembus pasar internasional. "Saat ini sudah ada delapan cabang kemitraan. Ke depan mau ekspor ke Thailand. Harapannya bisa go international," tukas dia. (*)