Pabrik miras trobas di tengah lahan kebun milik tersangka di Desa Sindurejo, Gedangan, saat digerebek kepolisian. (Humas Polres for MalangTIMES)
Pabrik miras trobas di tengah lahan kebun milik tersangka di Desa Sindurejo, Gedangan, saat digerebek kepolisian. (Humas Polres for MalangTIMES)

Hanya sepekan lebih, Kepolisian Resort (Polres) Malang menggulung dua pabrik minuman keras (miras) berjenis arak atau trobas di lokasi yang sama,  yaitu di Dusun Sumberpelus,  Desa Sindurejo,  Kecamatan Gedangan. 

Penggerebekan kepolisian di lokasi desa yang sama,  hanya berbeda RT dan RW-nya tersebut, berhasil mengamankan 63 drum/gentong plastik berisi fermentasi bahan miras trobas,  dua buah jeriken ukuran 35 liter berisi trobas, serta berbagai peralatan dan bahan campuran pembuatan miras.

Penggerebekan pabrik rumahan miras trobas tersebut tentunya membuat semakin nyata bahaya miras terhadap masyarakat Kabupaten Malang. Apalagi lokasi pabrik yang terletak di wilayah perdesaan,  sehingga dimungkinkan peredarannya juga berputar di wilayah tersebut. 

"Polres Malang proaktif dalam pemberantasan narkoba. Melalui Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2018, pabrik miras bisa digulung, " kata Kasubag Humas Polres Malang AKP Farid Fathoni. 

Sabtu (03/04) lalu,  Polres Malang yang mendapat laporan masyarakat mengenai aktivitas pembuatan miras trobas yang kerap membuat peminumnya meninggal dunia ini digulung di lokasi yang terletak di kebun kopi. Tepatnya di RT/RW 01/01 Dusun Sumberpelus,  Desa Sindurejo,  Kecamatan Gedangan. 

Di lokasi produksi miras trobas yang sudah beroperasi sekitar tiga tahun ini, berbagai bahan produksi seperti ketan hitam,  tepung ragi, gula serta lainnya diamankan. 

Ipda Afrizal Akbar Haris, kanit III Polres Malang, menyampaikan,  razia miras  sebagai bentuk antisipasi atas kembalinya berbagai kasus orang meninggal dunia akibat miras di berbagai daerah. "Jadi, ini bentuk antisipasi bagi masyarakat Kabupaten Malang agar tidak terjadi kasus yang menimpa di daerah lain, " ujarnya. 

Tidak selang lama, Kamis (12/04) kembali Polsek Gedangan menggulung pabrik miras trobas lainnya di desa yang sama. Lokasi penggerebekan hampir sama dengan kasus pabrik miras milik Sukinah (60) yaitu di tengah lahan kebun di RT/RW 12/05. 

Kesamaan lokasi pabrik miras yang terletak di perkebunan disinyalir agar masyarakat umum tidak mencurigai aktivitas ilegal tersebut. Hal ini pula yang membuat produksi miras trobas tidak terendus pihak kepolisian. 

"Di kasus kedua ini,  kembali informasi warga yang menjadi bekal kepolisian membekuk produksi miras milik Amini, usia 53 tahun, warga setempat," ujar Farid.  

Dua pabrik miras trobas milik warga yang peredarannya telah terbilang lama tersebut tidak menutup kemungkinan juga terdapat di berbagai wilayah lain di Kabupaten Malang. Sasaran kepolisian pun telah beralih dari penjual eceran miras di warung-warung menuju pabrik pengolahnya. 

Hal tersebut tentunya menjadi tepat dalam membendung peredaran miras trobas yang tentunya ilegal dan membahayakan karena tidak memiliki izin resmi dari pihak berwenang. Apalagi dari penuturan para pemilik pabrik miras trobas,  pembuatannya terbilang sederhana. 

Berbahan ketan hitam yang mudah dibeli di pasaran yang dicampur dengan ragi tepung dan ditimbun selama beberapa hari. Setelah proses tersebut selesai, bahan tersebut dipanaskan dan kemudian dilakukan penyulingan. Miras trobas pun siap untuk dijajakan menjadi minuman di tengah masyarakat. (*)