Pelaku pencabulan dua bocah berusia 7 dan 8 tahun saat diperiksa di Mapolres Malang, Kamis (12/04) (Ist)
Pelaku pencabulan dua bocah berusia 7 dan 8 tahun saat diperiksa di Mapolres Malang, Kamis (12/04) (Ist)

Belum hilang ingatan kita terhadap oknum Kepala Sekolah yang berbuat tidak senonoh kepada siswinya, kasus pencabulan di bawah umur kembali terjadi di wilayah Kabupaten Malang. 

Kini pria pengangguran bernama Bahrul Ulum (33) warga Wajak yang harus berhadapan dengan kepolisian setelah melampiaskan nafsu bejatnya kepada dua bocah perempuan ingusan,  sebut saja Kuntum (7) dan Kuncup (8). 

Entah setan berpangkat apa yang merasuk kepada Bahrul yang melakukan aksinya terhadap dua bocah yang  saat itu selesai salat Dhuhur di salah satu Masjid Desa Senggreng,  Kecamatan Sumberpucung,  Selasa (10/04) lalu. 

Dari gelar perkara yang dilakukan,  kronologis pencabulan Bahrul yang sejak empat bulan berada di Desa Senggreng untuk belajar ilmu pengobatan tradisional di salah satu padepokan di sana, terjadi saat dua korban yang habis salat,  masih berada di sekitar masjid. 

"Tersangka yang melihat itu,  langsung mendekati korban. Dengan bujuk rayu meminjamkan hapenya,  tersangka melakukan perbuatan cabul tersebut, " terang Kanit Unit V Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang Ipda Yulistiana Sri Iriana, Kamis (12/04). 

Saat kedua korban asyik memainkan hape, jemari tersangka ikut bergerilya. Dengan cara memasukkan jarinya ke kemaluan Kuntum dan Kuncup. Setelah merasa puas dengan perbuatannya tersebut, tersangka meninggalkan dua korbannya. 

Hasil perbuatan Bahrul,  baru diketahui oleh orang tua korban saat Kuntum dan Kuncup mengeluh kesakitan saat mereka akan pipis, malam harinya. "Karena kesakitan akhirnya korban yang ditanya ibunya menceritakan kejadian yang menimpa mereka. Mendengar itu orang tua korban langsung melaporkan perbuatan tersebut ke Polres Malang, " ujar Yulis. 

Tersangka yang dijerat dengan pasal 82 juncto 76 E Undang-Undang (UU)  Nomor 35 tahun 2014 atas perubahan UU nomor 23 tahun 2002 mengenai perlindungan terhadap anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. Saat dikorek pemicu yang membuat dirinya tega melakukan perbuatan cabul kepada bocah kecil, tidak menjawabnya sama sekali.  

Tersangka lebih  banyak menunduk. Hanya jawaban singkat yang keluar dari mulutnya mengenai perbuatannya itu. "Sebelumnya saya tidak nafsu sama anak kecil. Tapi waktu itu tiba-tiba pengin pegang itunya," ujarnya dengan lirih.