Suami Tri, Bibi dan Kades Kareng Lor, melapor ke Mapolsek Wonoasih Polresta Probolinggo (Agus Salam/ProbolinggoTIMES)
Suami Tri, Bibi dan Kades Kareng Lor, melapor ke Mapolsek Wonoasih Polresta Probolinggo (Agus Salam/ProbolinggoTIMES)

Setelah sebelumnya, seorang mahasiswi dikabarkan hilang, kini giliran ibu rumah tangga yang hilang. Namanya Tri Pujianingsih (23) warga Desa Kareng Lor, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.

Perempuan beranak satu ini menghilang saat berbelanja di Pasar Wonoasih, Kota Probolinggo, Selasa (13/3) pagi kemarin.

Hinggga kin, istri sah dari Sugeng (31) belum kembali dan belum ditemukan keberadaannya. Upaya keluarga menghubungi 2 hand phone yang dibawa Tri, tidak berhasil karena telponnya dimatikan.

Begitu juga, upaya mencari ke rumah saudara, keluarha, rekan dan sahabatnya, juga tidak membuahkan hasil. Bahkan ditanya ke orang pintarpun yang bersangkutan tidak diketahui keberadaannya.

Hanya saja menurut salah satu orang pintar yang dimintai tolong suaminya, Tri masih berada di Probolinggo, seputar lokasi menghilangnya alias belum ke luar kota. Hal tersebut diungkap Sugeng, saat melapor hilangnya sang istri.

Ke Polsek Wonoasih, Polres Probolinggo Kota, Rabu (14/3) sekitar pukul 12.00.. Namun, oleh petugas Wonoasih, Sugeng yang siang itu bersama bibi istrinya Hotija (26) dan kepala Desa Kareng Lor Ahmad Suryadi diminta melapor ke Polresta.

Mengingat, Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) hanya ada di mapolresta. Sebelum ke meninggalkan mapolsek, Ahmad Suryadi mengatakan, kalau Tri hilang di Pasar Wonoasih, Selasa pagi.

Sekitar pukul 05.00 Tri berbelanja ke pasar wonoasih berboncengan dengan Hotija, Bibinya. Karena pagi itu petugas parkir belum ada yang datang, ponakan dan bibi ini, bergantian masuk ke dalam pasar untuk belanja. “Gantian belanja dan jaga sepeda motor. Hotija dulu. Kemudaian Tri,” katanya.

Jika Hotija yang belanja, maka Tri yang jaga sepeda, begitu sebaliknya. Pas giliran Tri yang belanja di dalam pasar, Hotija kebingungan, karena hingga pukul 08.00 yang bersangkutan tidak kembali ke tempat parkir. Karenanya, Hotija kemudian mencari di dalam pasar. Lantaran tidak ketemu, Hotija memanggil suami Tri dan keluarganya untuk membantu mencari Tri.

“Sampai pukul 12.00 tidak ketemu. Ya, akhirnya mereka pulang. Mau lapor saat itu, katanya disuruh nunggu 24 jam. Karena sudah lebih dari 24 jam, kami laporan,” u tambahnya.

Sementara Sugeng mengaku, waktu itu istrinya minta natar ke pasar wonoasih. Karena dirinya sibuk, maka minta bantuan bibinya untuk mengantar istrinya ke pasar Wonoasih.

Saat ditanya, apa sebelumnya ada permasalahan sehingga bertengkar, Sugeng mengaangguk agak malu. Hanya saja, pria yang bekerja sebagai operator traktor (Bajak Sawah Mesin) ini enggan berkomentar penyebab pertemngkaran ringannya.

“Ya, pernah bertengkar. Tapi biasa, masalah keluarga,” tandas Bapak yang saat melapor membawa anak semata wayangnya, bernama Sukron (5) .

Ia berharap, istrinya segera pulang, karena anaknya selalu menanyakan dan sering menangis. Ditempat yang sama, kapolsek Wonoasih, Kompol Sukatno mengatakan, kalau pelapor diminta untuk melapor hilangnya Tri ke mapolresta.

Mengingat, kasus seperti itu urusan PPA. Dengan demikian, ia tidak memiliki kewenangan untuk mengomentari kejadian tersebut. “Kami suruh lapor ke Polresta. Ya, ke PPA. Kalau di sini kan PPA tidak ada,” katanya singkat.