Korban (kerudung putih) didampingi pamannya saat melapor ke Mapolres Jember. (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

Korban (kerudung putih) didampingi pamannya saat melapor ke Mapolres Jember. (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)



 Putus sudah cita-cita Kencur (18) untuk bisa meneruskan pendidikannya. Siswi kelas 1 salah satu SMK di kecamatan Sumbersari, Jember, ini harus berhenti sekolah lantaran diketahui hamil 6 bulan. Ironisnya, kehamilan Kencur dilakukan oleh Mul, paman ibunya atau kakeknya sendiri. 


Kejadian ini sendiri terjadi hingga 5 kali saat korban tidur di kamar anak bungsu pelaku yang masih temannya bermain. "Kejadiannya dilakukan saat saya bermain dan tidur dibrumah teman saya. Saat malam hari,  saya dibangunkan pelaku dan disuruh melayani nafsunya di kamar pelaku. Saya nggak berani melawan karena diancam, " ujar Kencur kepada wartawan. 


Atas perbuatan pelaku,  Kamis (8/3/2018) dengan didampingi saudara dan pamannya, korban melaporkan ulah bejat pelaku ke Unit PPA Mapolres Jember.


"Dari hasil pemeriksaan,  pelaku usia bukan 18 tahun seperti pengakuannya,  tapi 19 tahun sesuai identitas yang dibawa, sehingga prosesnya tidak bisa ditangani unit PPA,  akan tetapi di KUHP. Hanya saja, untuk di KUHP masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan lanjutan," ujar Wakapolres Jember Kompol Edo Kentriko. 


Sementara Suwarno yang mewakili keluarga korban mengatakan bahwa laporan pencabulan yang dialami oleh keponakannya dari hasil penyidikan tidak bisa diteruskan karena usia korban sudah dewasa.

"Laporannya ditolak karena usia korban sudah dewasa. Tapi kami tadi dianjurkan untuk membuat pengaduan agar bisa diproses. Bagaimanapun juga kami akan minta pelaku dihukum. Kalau untuk menikahi, nggak mungkin karena pelaku masih kakeknya," ujar paman korban sembari meninggalkan Mapolres Jember (*)


End of content

No more pages to load