Aksi demo PMII Situbondo menolak UU MD3 di kantor DPRD Situbondo. (Foto Heru Hartanto / Situbondo TIMES)

Aksi demo PMII Situbondo menolak UU MD3 di kantor DPRD Situbondo. (Foto Heru Hartanto / Situbondo TIMES)



 Puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Situbondo melakukan aksi demo di Kantor DPRD menolak UU MD3 yang dianggap tidak prorakyat, Kamis (8/3/2018).

Puluhan aktivis PMII tersebut menolak UU MD3 karena ada beberapa pasal yang bertentangan dengan UUD 1945. Oleh karena itu, mereka minta kepada DPRD Situbondo menyampaikan aspirasinya ke DPR RI. an minta bukan perorangan tapi lembaga.

Ketua Umum PMII Cabang Situbondo Ahmad Hasan dalam orasinya meminta DPRD Situbondo juga ikut memperjuangkan atau menolak UU MD3 yang tidak prorakyat. "Kami menganggap UU MD3 membatasi gerakan rakyat dalam mengemukakan pendapat. Untuk itu, kami PMII Situbondo menolak diberlakukannya UU MD3 tersebut, " teriaknya. 

Bukan hanya itu saja orasi yang disampaikan ketua umum PMII Situbondo. Dia juga menganggap UU MD3 telah bertentangan dengan UUD 1945. "Kami menuntut UU MD3 tidak diberlakukan, karena bertentangan dengan UU 1945. Kita tidak akan tinggal diam jika UU MD3 tetap diberlakukan, " teriak aktivis PMII lainnya.

Selanjutnya, usai melakukan orasi puluhan aktivis tersebut di temui Komisi I DPRD Fraksi PDI Perjuangan Narwiyoto SH di ruang rapat. Dihadapan Narwiyoto, puluhan aktivis PMII itu meminta perwakilan DPRD menandatangani surat dukungan menolak UU MD3 yang akan dikirim ke DPR RI. "Aspirasi kami sudah ditanggapi oleh perwakilan DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan Narwiyoto," kata Ahmad Hasan. (*)


End of content

No more pages to load