Jelang Pilgub, Polres Malang Bentuk Cyber Patrol, Ada Apa? | Jatim TIMES

Jelang Pilgub, Polres Malang Bentuk Cyber Patrol, Ada Apa?

Feb 06, 2018 16:38
Penyematan pita kepada anggota dalam Lat Pra Ops Mantap Praja Semeru 2018 dalam Pam Pilgub Jatim oleh Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung. (Rizal Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Penyematan pita kepada anggota dalam Lat Pra Ops Mantap Praja Semeru 2018 dalam Pam Pilgub Jatim oleh Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung. (Rizal Humas Polres Malang for MalangTIMES)

Perhelatan Pilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) 2018 semakin terus mendekat. Berbagai kesibukan pun sudah terlihat di berbagai lembaga penyelenggara Pilgub Jatim. 

Tak terkecuali di Polres Malang yang kini terus berbenah dalam mengantisipasi berbagai potensi ancaman yang akan mengganggu proses jalannya Pilgub Jatim. 

Apalagi, dari data Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pusat, Jatim termasuk salah satu dari 12 daerah yang memiliki tingkat kerawanan dari serangan berbagai konten negatif media sosial (medsos). 

Tidak ingin Pemilukada DKI Jakarta pindah ke Jatim, khususnya di wilayah Kabupaten Malang, pihak kepolisian telah menyiapkan pasukan cyber patrol dengan jumlah 75 orang yang telah terbentuk sejak bulan lalu. 

"Tim ini bertugas untuk melakukan antisipasi Jatim dijadikan medan perang hoax, fitnah, provokasi, sara di medsos. Baik Facebook, WhatsApp, Instagram dan lainnya. Mereka akan siaga dalam satu hari penuh," kata Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, Selasa (06/02). 

Patroli di dunia maya tersebut, lanjut Ujung, dalam upaya meminimalisir efek bola salju apabila terjadi perbuatan melawan hukum, yaitu melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Apabila tim menemui hal tersebut, segera lapor pimpinan. Kita akan segera menanganinya selagi masih kecil dan memadamkannya. Tentunya dengan cara yang baik sesuai aturan dan tidak membuang-buang energi," tegasnya. 

Selain mengenai persoalan tersebut, Kapolres Malang menekankan seluruh anggota yang terlibat dalam penanganan Pilgub Jatim 2018 mengerti tahapan-tahapan yang ada serta membaca buku Netralitas dan buku saku dalam Pilgub. Hal ini dalam upaya Polri tidak terjebak dalam pusaran kepentingan politis Pilgub. 

Sebagai wasit, lanjut Ujung, wajib hukumnya mengetahui berbagai tahapan kegiatan dan aturan yang ada dalam pemilu. Selain tentunya mengetahui kondisi di wilayah-wilayah yang nantinya akan melaksanakan pencoblosan. 

"Luasnya wilayah di Kabupaten Malang dengan karakteristik masyarakat beragam, tentunya patut untuk dicermati. Seluruh anggota wajib memetakan tingkat kerawanan di wilayahnya," pungkas Ujung. 

Topik
Berita Malang Cyber Patrol Polres Malang

Berita Lainnya