Mahasiswi Malang Putri Larasati memilih belanja busana tidak terlalu mahal (foto: Putri for MalangTIMES)
Mahasiswi Malang Putri Larasati memilih belanja busana tidak terlalu mahal (foto: Putri for MalangTIMES)
Mengawal Malang Jadi Kota Mode

MALANGTIMES - Gaya hidup pelajar dan mahasiswi di Malang termasuk dalam hal berpakaian ternyata tidak selalu wah dan mahal. Meski eksistensi kaum remaja identik dengan pakaian bermerk yang otomatis berharga mahal, tetapi tidak berlaku bagi mahasiswi Malang bernama Putri Larasati. 

Wanita berparas ayu ini malah enggan membeli pakaian bermerk. Sebab bagi Putri mode tidak harus mahal. Selain itu sebagai mahasiswi banyak kebutuhan kuliah yang baginya jauh lebih penting ketimbang membeli busana. 

Meski busana yang ia punya tidak berharga mahal, bukan berarti Putri tidak mengikuti perkembangan mode. Mahasiswi Universitas Negeri Malang itu mengaku untuk urusan baju ia lebih baik membeli busana tidak terlalu mahal. "Kalau baju aku enggak mahal yang penting up to date jadi ngikutin mode terus. Kalau aku sih gitu," kata dia kepada MalangTIMES, Kamis (1/2/2018).


Gaya busana mahasiswi Malang Putri Larasati, ia memilih style yang feminine casual (foto: Putri for MalangTIMES) 

Putri mengaku tidak ada budget khusus belanja busana. Dalam satu bulan, ia memang kerap kali membeli baju. Tetapi tidak ada patokan khusus soal berapa besar pengeluaran ia membeli baju. "Iya ada tetapi kalau aku sih enggak banyak, apalagi kalau lagi males atau banyak pengeluaran kuliah ya beli yang paling dipinginin aja," sambung wanita kelahiran 15 Oktober 1998 itu. 

Walaupun tidak ada patokan khusus membeli busana, Putri mengaku untuk fashion item seperti tas dan sepatu ia punya budget ekstra. "Kalau sepatu sama tas memang aku beli lebih bagus supaya awet aja. Merknya juga sebenarnya enggak mahal-mahal amat kayak beli di Payless. Kalau tas ya ada juga sih yang bagus gitu harganya lumayan," tukas ia. (*)