Gaya street style ala social media influencer Nabila Gardena (foto: www.instagram.com/nabilagardena)
Gaya street style ala social media influencer Nabila Gardena (foto: www.instagram.com/nabilagardena)

Awal tahun 2018 busana bergaya street style digandrungi kalangan penikmat mode. Para influencer mulai kenakan aneka busana bergaya street style. Pun dari fashionista hijab, mereka mengkreasikan hijab mereka dengan gaya street style

Street wear atau busana dengan gaya street style sebenarnya bukan tidak mungkin bisa kalian terapkan tanpa menguras kantong. Sebab konsep street style pada dasarnya adalah mengenakan busana yang ada di lemari. 

Bila ingin menambah koleksi street wear kamu, ada beberapa fashion item yang kami rekomendasikan di toko-toko ini.

Tidak saja berbasis online, di Kota Malang kamu bisa temukan sendiri koleksi street wear keren yang ada di salah satu sudut toko. Wah, penasaran? Simak ulasan khas MalangTIMES berikut. 


(www.instagram.com/calamaryshop)

Diantara sekian banyak toko online yang bertebaran di media sosial Instagram, ada satu pilihan MalangTIMES. Toko itu ialah Calamary Shop. Memiliki basis pengikut capai angka setengah juta, @calamaryshop menawarkan berbagai produk fashion anak muda. 

Street wear bisa kamu temukan pula disini. Misalnya saja, toko online ini menawarkan pilihan busana yang up to date. Misalnya koleksi oversized denim jacket dengan aksen tali. Ada juga side stripe pants yang sedang banyak digandrungi. 

Harga yang ditawarkan cukup bersahabat. Calamary Shop menawarkan aneka produknya dengan harga mulai Rp 69.000. 

Street wear berikutnya yang bisa kamu temukan langsung di lokasi berada di Kota Malang. Koleksi street wear dijual offline di pusat perbelanjaan kawasan Dinoyo Kota Malang. 


(dok/MalangTIMES)

Produk busana yang disediakan toko milik Yanuar Trusta Mandira ini adalah pakaian secondhand. Menurut pria yang akrab disapa TM ini produk fashion street wearyang fashionable banyak dari luar negeri. Agar dapat menjangkau pasar mahasiswa, ia pun memutuskan menjual pakaian second berkualitas. 

"Jadi saya pengen kasih alternatif ke konsumen memiliki busana yang fashionable. Dan karena tren di luar negeri lebih berkembang, akhirnya saya berburu pakaian bekas impor layak pakai," jelas pria asal Malang berusia 28 tahun ini. 

Meski barang secondhand, TM punya kriteria khusus barang yang ia jual di butik miliknya itu. Kualitas barang layak pakai di atas 80 persen sebab TM sendirilah yang menyeleksi semua barang di butiknya. 

"Mungkin orang banyakan gengsi ya beli baju secondhand. Tapi saya berusaha kasih pilihan busana yang masih jarang banget ada di Malang. Tentu saya pilih sendiri semua barang yang ada di sini. Jadi kualitasnya masih layak pakai di atas 80 persen," terang dia. (*)