Kondisi arah angin yang menjelaskan arah angin dan letak sistem tekanan udara rendah atau tinggi. (foto : BMKG Karangoloso for MalangTIMES)
Kondisi arah angin yang menjelaskan arah angin dan letak sistem tekanan udara rendah atau tinggi. (foto : BMKG Karangoloso for MalangTIMES)

Beberapa hari ini, kondisi angin kencang dirasakan masyarakat, termasuk di wilayah Malang Raya. Akibatnya, Minggu (28/1/2018) ada kejadian dua rumah roboh di wilayah Dusun Busu, Desa Slamperejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

Berdasarkan informasi Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso mengatakan, angin kencang diprediksi terjadi hingga awal Februari. "Angin kencang terjadi sejak pekan lalu, tepatnya Jumat (26/1/2018) hingga sampai saat ini. Diprediksi bakal terjadi hingga awal Februari nanti," kata Joko kepada MalangTIMES, Senin (29/1/2018).

Joko menerangkan, angin kencang disebabkan beberapa faktor. Pertama, adanya selisih tekanan udara yang jauh antara Benua Asia dengan Benua Australia. Selisihnya sampai 34 hektopascal (hPa).

"Selisih sebesar itu menyebabkan angin bertiup kencang. Jenisnya angin barat cukup kuat. Artinya angin bertiup dari Benua Asia ke Australia. Lalu angin tersebut dibelokkan di khatulistiwa menuju ke arah timur," ungkapnya.

Joko mengimbau, terkait fenomena adanya angin kencang, masyarakat lebih waspada, terutama di pesisir pantai. "Berhenti melaut, hindari pohon besar yang lapuk dan rawan tumbang dan baliho. Atap rumah warga yang harus diperkuat lagi," ujarnya. (*)