Ekstrimnya cave tubing di Waitomo Selandia Baru. (Foto: Waitomo.com)
Ekstrimnya cave tubing di Waitomo Selandia Baru. (Foto: Waitomo.com)

Berwisata ke gua di daratan sudah sangat mainstream. Tapi bagaimana jika Anda mencoba berwisata yang sedikit memacu adrenalin dengan cave tubing? Bagi Anda yang belum tahu, cave tubing merupakan perpaduan antara cave dan body rafting. Jadi, Anda bisa melakukan body rafting di aliran sungai di dalam gua.

Tidak banyak ditemui wisata semacam ini. Sebab, fenomena alam di mana ada aliran sungai di dalam gua pun juga tidak banyak di dunia. Malang beruntung punya satu kekayaan alam ini. MalangTIMES akan memperkenalkan cave tubing yang begitu eksostis di dunia. Malang salah satunya.

1. Goa Pindul

Goa Pindul Yogyakarta. (Foto: Google Image)

Gua Pindul terletak di Gunung Kidul, Jogjakarta. Kawasan ini menjadi tenar setelah wisata cave tubingnya dibuka untuk umum pada 2010 lalu. Sesungguhnya Gua Pindul sendiri merupakan gua kapur yang di dalamnya terdapat aliran sungai bawah tanah yang memanjang dari mulut gua hingga ke ekornya.

Gua ini membentang panjang sekitar 350 meter dengan lebar mencapai 5 meter dan kedalamannya sekitar 5 hingga 12 meter. Sedangkan jarak permukaan air dengan atap gua sekitar 4 meter.

Gua Pindul cukup berbeda dengan gua-gua lainnya. Disini, Anda tak hanya menyaksikan keeksotisan gua, namun juga akan dibuat takjub dengan kilauan air yang mengisi gua tersebut. Air tersebut merupakan sungai bawah tanah yang berasal dari mata air gedong tujuh.

2. XCaret Meksiko

Birunya sungai cave tubing di XCaret Mexico. (Foto: XCaret)

Sungai bawah tanah di Xcaret Park Meksiko adalah bagian dari aliran sungai yang beredar di bawah Semenanjung Yucatan. Aliran sungai air tawar di bawah tanah ini begitu menarik wisatawan yang memiliki adrenalin tinggi untuk melakukan cave tubing. Terdapat tiga sungai air tawar yang berujung ke laut yang biasa digunakan untuk cave tubing, yakni  Sungai Biru, Sungai Maya atau Sungai Manatee. Tiga sungai Xcaret yang mengalir ke laut ini berada di samping hutan bakau yang dihuni oleh flamingo merah muda.

3. Gua Perawan Malang

Destinasi wisata adrenalin baru di Kabupaten Malang dengan cave tubing di Goa Perawan. (Foto: Google Image)

Gua Perawan ini terletak di perbatasan Dusun Bajulmati dan Dusun Umbulrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Dari Kota Malang jaraknya sekitar 75 kilometer ke arah selatan. Gua ini berada dekat dengan Pantai Bajulmati. Untuk menuju gua, Anda harus menyewa pemandu setempat agar tidak tersesat. Sebab, tidak ada petunjuk arah untuk menuju gua ini karena tidak banyak orang tahu.

Gua dengan panjang sekitar 200 meter ini cukup menguras energi. Sebab, medan yang akan dilalui berupa aliran sungai. Untuk masuk ke dalam Gua Coban Perawan, pengunjung harus melewati Gua Jenggot. Setelah melewati Gua Jenggot, pengunjung langsung diarahkan ke Gua Coban Perawan.

Di dalam gua, pengunjung diharuskan berenang karena sepanjang gua merupakan jalur sungai dari Coban Perawan. Setelah sampai di ujung Gua Coban Perawan, pengunjung akan menemukan Gua Klenteng dan sumur yang sangat jernih. Pengunjung bisa berendam di sumur tersebut sepuasnya. Namun hati-hati, kedalaman sumur tersebut mencapai 5 hingga 6 meter.
 
4. Gua Waitomo, Selandia Baru

Ekstrimnya cave tubing di Waitomo Selandia Baru. (Foto: Waitomo.com)

Waitomo adalah sebuah wilayah di Pulau Utara Selandia Baru yang memiliki sekitar 300 gua batu kapur. Diperkirakan gua batu kapur ini sudah mulai terbentuk sejak 30 juta tahun yang lalu ketika daerah ini masih terletak di dasar lautan.

Yang istimewa, saat melakukan cave tubing di sini adalah ketika Anda memasuki mulut gua. Anda akan menemukan 'cacing bersinar' di langit-langit gua. Memandang langit-langit gua serasa memandang langit malam yang bertaburkan bintang-bintang besar berwarna biru cerah. Ajaib rasanya. Apalagi kalau dinikmati selagi mengapung di sungai bawah tanah yang hitam kelam. Sangat damai, tenang, dan menggetarkan jiwa. (*)