Ketua DPW Nasdem Jawa Timur Rendra Kresna saat menyerahkan surat rekomendasi pada Ketua DPC Hanura Kota Malang Ya'qud Ananda Gudban di Surabaya. (Foto: Istimewa)
Ketua DPW Nasdem Jawa Timur Rendra Kresna saat menyerahkan surat rekomendasi pada Ketua DPC Hanura Kota Malang Ya'qud Ananda Gudban di Surabaya. (Foto: Istimewa)

Partai Nasional Demokrat (Nasdem) akhirnya resmi melabuhkan rekomendasi pada pasangan bakal calon Ya'qud Ananda Qudban-Wanedi dalam Pilkada Kota Malang 2018 ini.

Sekitar pukul 15.00 sore ini, surat rekomendasi diserahkan langsung oleh Ketua DPW Nasdem Jawa Timur Dr H Rendra Kresna pada Ya'qud Ananda Gudban di Surabaya. 

Keputusan ini menegaskan bahwa rekomendasi sementara yang diberikan pada petahana Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang Moch Anton gugur.

Pada MalangTIMES, Rendra Kresna menguraikan mekanisme yang telah dilaksanakan partai tersebut hingga menjatuhkan pilihan pada Nanda. "Kami memberikan rekomendasi pada yang bisa memberikan bukti dukungan," tegas Rendra melalui sambungan telepon. 

Rendra menyampaikan, dalam rekomendasi yang sebelumnya diberikan pada Anton, terdapat tenggat waktu yang disepakati. Anton harus sudah memenuhi persyaratan pencalonan yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Yakni memiliki dukungan legislatif yang cukup, setidaknya sembilan kursi. 

"Jadi pada dasarnya semua calon kami pertimbangkan. Kami beri tenggat waktu untuk menunjukkan bukti dukungan itu sampai 28 Desember (2017) lalu, tapi tidak ada bukti itu (dari Anton)," terangnya. Sementara Nanda, lanjut Rendra, telah memenuhi syarat administrasi tersebut. 

Menurut Rendra, Nanda telah menyampaikan bukti dukungan dari sejumlah partai. Selain Partai Hati Nurari Rakyat (Hanura) yang menaunginya, ada juga dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

"Tadi Nanda juga didampingi Sekretaris PDIP Kota Malang Abdul Hakim. (Hakim) Bilang ke saya kalau PDIP mendukung Nanda," terangnya. 

Dia menerangkan bahwa DPW Nasdem mendapat mandat dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk ikut dalam kontestasi politik di Kota Malang. "Kalau yang didukung tidak jadi maju, kan sia-sia kami dukung. Lalu apa kontribusi kami dalam berpartai kalau tidak ikut berpartisipasi," ujarnya. 

Selain itu, lanjut Rendra, Nanda juga telah dinilai rekam jejaknya. Bukan hanya diakui sebagai politisi andal, tetapi juga sepak terjangnya sebagai aktivis sebelum terjun ke dunia politik.

"Nanda kami lihat cukup baik dalam menjalin komunikasi di semua lini. Mulai dari masyarakat, hingga pengusaha, juga jajaran samping, semua kalangan baik," paparnya. 

Rendra juga menepis anggapan bahwa sosok perempuan tidak berpeluang maju sebagai pemimpin. Menurutnya, sejarah Islam telah mencatatkan banyak nama perempuan pilih tanding. Yang tidak hanya berada di belakang meja mengurus sebuah organisasi, melainkan ikut terjun ke medan perang. 

"Mulai dari zaman Rasulullah Muhammad SAW, sampai perang kemerdekaan. Indonesia punya Cut Nyak Dien, Malahayati, semuanya perempuan hebat. Nanda perempuan, tapi punya semangat juang," terangnya.

Meski saat ini Nasdem baru memiliki satu kursi legislatif di DPRD Kota Malang, namun perkembangan partai selama beberapa tahun terakhir sudah cukup kuat hingga tingkat akar rumput.

"Tentu setelah ini komunikasi akan dijalin semakin intennsif. Sudah mulai berpikir bersama bagaimana menata kota dan memberi solusi yang nyata," tegasnya. 

Sementara itu, Ketua DPC Hanura Kota Malang Ya'qud Ananda Gudban mengaku merasa bersyukur atas kepercayaan yang diberikan Nasdem. "Terima kasih sekali, ini kepercayaan tentu disertai dengan tanggung jawab. Tetapi dengan teman yang berjalan bersama, tentu semakin banyak yang bisa dilakukan untuk Kota Malang," ujarnya. 

Meski sebelumnya rekomendasi sementara turun pada pesaingnya, Nanda mengaku optimis sejak awal. Terlebih sinyal positif sudah dia dapatkan saat melakukan pertemuan di Pendopo Agung Kabupaten Malang.

"Setelah itu saya masih terus berkomunikasi dengan Pak Rendra. Maka ketika beliau umroh, saya sabar menunggu dengan tetap menjalin komunikasi," terangnya.

"Komunikasi secara lembaga juga kami terus jalin di tingkat DPP. Saya menunggu dengan sabar. Apalagi Nasdem mengisyaratkan membaca peluang menang dari calon yang diusung," terangnya.

Hal tersebut, lanjut Nanda, disampaikan langsung oleh pihak Nasdem yang juga melakukan penilaian independen. "Tadi disampaikan, Nasdem melihat kerja saya di lapangan," pungkasnya.