Lokasi tenggelamnya korbaN di waduk Kecopoan, Senggreng, Sumberpucung yang terjadi hari Jumat (15/12) pagi. Korban baru ditemukan sekitar pukul 10.36 WIB oleh tim PMI, BPBD dan Sar. (Foto: Nana/ MalangTIMES)
Lokasi tenggelamnya korbaN di waduk Kecopoan, Senggreng, Sumberpucung yang terjadi hari Jumat (15/12) pagi. Korban baru ditemukan sekitar pukul 10.36 WIB oleh tim PMI, BPBD dan Sar. (Foto: Nana/ MalangTIMES)

Setelah dinyatakan hilang sekitar pukul 07.00 WIB, nelayan warga Dusun Kecopoan Rt 32 Rw 10  Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, akhirnya ditemukan oleh tim relawan selam PMI dan BPBD di Waduk Karangkates Kecopoan sekitar pukul 10.36 WIB.

Jasad atas nama Saji (52) yang turun ke waduk sekitar pukul 06.00 WIB untuk memberi makan ikan dan memindah bibit ikan mujair di kerambanya, tidak terlihat aktivitasnya lagi. Setelah hampir satu jam turun dengan memakai perahu kayunya.

Rekan korban, bernama Wiyono (35) yang melihat perahu tidak berpenghuni lagi merasa cemas. Ditunggu cukup lama tidak terlihat aktivitas apapun, akhirnya Wiyono melaporkan hal tersebut kepada Polsek Sumberpucung.

"Ada laporan masuk dari warga mengenai dugaan orang tenggelam di Kecopoan. Kita langsung menghubungi BPBD, PMI dan Tim SAR Awangga dan menuju lokasi," kata AKP Sri Widyaningsih Kapolsek Sumberpucung, Jumat (15/12) kepada MalangTIMES.

Proses pencarian korban pun dilakukan. Tim selam menyusuri Sungai Kecopoan dalam upaya menemukan jasad korban yang tenggelam sekitar 3 jam -an tersebut.

Warga beserta tim PMI, BPBD, Awangga saat evakuasi korban tenggelam warga

Proses pencarian cukup memakan waktu dikarenakan luasnya Waduk Kecopoan serta kondisi air yang terbilang keruh diakibatkan hujan.

Dari beberapa informasi warga yang juga merupakan rekan korban, dugaan tenggelamnya Saji  dimungkinkan penyakit vertigonya kambuh. Sehingga saat memberi makan ikan dan memindah ke keramba, terjatuh ke sungai dengan kedalaman 10 meter.  

"Dugaan sementara seperti itu. Setelah jasad ditemukan tim medis melakukan pemeriksaan. Dengan hasil tidak ditemukan unsur kekerasan pada tubuh korban," terang Kapolsek Sumberpucung.

Keluarga korban yang menerima keterangan hasil pemeriksaan medis, menerima kejadian tersebut. Dan tidak berkenan jasad diotopsi ke rumah sakit. 

"Keluarga telah menerimanya. Akhirnya korban yang telah ditemukan langsung dibawa pulang ke rumah untuk dimakamkan," pungkas Sri.