Ketua GP. Ansor Lumajang Fahrur Rosi (Foto : Moh Imron/LumajangTIMES)

Ketua GP. Ansor Lumajang Fahrur Rosi (Foto : Moh Imron/LumajangTIMES)


Pewarta

Moh. Imron

Editor

Heryanto


Teror kawanan begal di wilayah hukum Polres Lumajang sudah menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat. Sebab, dalam kurun waktu  bulan kemarin, sudah terjadi 9 kali kasus pembegalan yang hingga kini pelaku belum tertangkap.

Ketua GP. Ansor Lumajang, Fahrur Rosi mengungkapkan, pihaknya siap menerjunkan personil untuk membantu pihak kepolisian saat melakukan patroli di daerah rawan terjadi aksi pembegalan.

"Jika diperlukan kami siap menerjunkan personil banser untuk menjaga di daerah rawan begal," ujar Fahrur sapaan akrabnya saat dikonfirmasi sejumlah awak media, Minggu (03/11).

GP. Ansor Lumajang memiliki anggota Banser terlatih, mereka berjumlah 240 orang. Selain keahlian bela diri, mereka juga kebal terjahadap senjata tajam. "Jika diperlukan Banser kami siap menjaga daerah rawan begal," tegasnya.

Fahrur merasa miris aksi pembegalan di Kabupaten Lumajang semakin marak, selain mengambil sepeda motor korban. Aksi kawanan begal juga melukai korban dengan menggunakan senjata tajam. 

"Aksi pembegalan marak lantaran banyak penyebabnya, salah satunya kurangnya penerangan jalan di daerah rawan begal seperti Desa Sukosari dan perbatasan Kecamatan Kunir dan Tekung," ungkapnya.

Untuk itu, GP Ansor meminta kepada semua elemen masyarakat ikut serta memerangi begal. Sebab, mereka bukan hanya tugas dari pemerintah dan pihak kepolisian. Namun tigas bersama.

"Bukan hanya pemerintah, kita semua harus hadir untuk mengawal kasus ini, dan saya siap kapan saja menerjunkan personil banser," tuturnya.

Tag's Berita lumajang

End of content

No more pages to load