Proyek pabrik biodiesel yang mangkrak sejak tahun 2007 di desa Aryojeding Kecamatan Rejotangan / Foto : Tulungagung TIMES

Proyek pabrik biodiesel yang mangkrak sejak tahun 2007 di desa Aryojeding Kecamatan Rejotangan / Foto : Tulungagung TIMES



Proyek senilai hampir 3 Miliar sejak tahun 2007 di desa Aryojeding Kecamatan Rejotangan Tulungagung mangkrak dan bahkan seperti rumah hantu. Proyek produksi biodiesel yang rencananya mengolah kelapa menjadi bahan bakar itu sama sekali belum beroperasi semenjak dibangun sepuluh tahun lalu. 

"Ini sudah sejak di bangun sudah mangkrak, belum pernah beroperasi. Bahkan mesin didalam juga banyak yang hilang, tiap kehilangan kita laporkan polisi dan di buatkan berita acara pemeriksaan," kata warga yang tidak mau di sebutkan namanya. 

Bangunan yang sudah dimakan semak belikan itu berdiri di tanah aset Pemerintah Desa Aryojeding. Selama membangun, biaya konsumsi ditanggung warga. Waktu itu warga bersemangat, karena berharap ada manfaat dari pabrik ini. Namun nyatanya harapan itu gagal.

“Pernah dilakukan tahap uji coba, tapi teknologinya masih prematur,” terangnya.

Rencananya pengelola pabrik adalah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan bahkan pernah mendapatkan kucuran dana Rp 100.000 juta. Namun sejak uji coba, pabrik ini tidak pernah berproduksi. Dana itu masih disimpan di rekening Gapoktan, tanpa bisa dimanfaatkan. 

Kendala lain saat itu, kelayakan harga kelapa saat itu diasumsikan Rp. 500 per butir. Padahal harga kelapa di Rejotangan antara Rp. 1.500 hingga Rp. 2.500 per butir. Perbedaan harga bahan baku yang jauh dari asumsi membuat pabrik ini tidak bisa berproduksi. 

“Harga bahan bakunya sekarang malah lebih mahal lagi. Makanya mustahil untuk dilanjutkan,” tandasnya

Ali Amirudin kepala desa Aryojeding mengakui pihaknya rugi karena lahan itu tidak memberikan manfaat bagi desa. Ali berharap gedung itu bisa dihibahkan kembali ke Pemdes Aryojeding. Dengan demikian keberadaan gedung pabrik itu bisa dimanfaatkan oleh desa.

“Sebenarnya sudah ada pemeriksaan dari pusat, tapi kami belum tahu kesimpulannya. Tapi rencananya akan dihibahkan ke desa,” terang Amir

Amirudin menjelaskan, sejumlah mesin dan kabel-kabel telah banyak yang hilang dicuri, tapi menurutnya ada mesin yang masih tersisa, seperti generator set (genset). Ali berharap mesin yang masih berfungsi juga ikut dihibahkan.

“Jika sudah dihibahkan, nanti akan dibahas dulu dengan BPD. Keputusannya, apakah mau jadi gedung pertemuan, gelanggang olah raga atau lainnya,” tambah Ali

Menurut informasi yang di himpun Tulungagung TIMES, pabrik mangkrak itu merupakan pogram dari Dinas Perkebunan provinsi Jawa Timur di era presiden SBY, saat itu pemerintah merencanakan energi alternatif guna menanggulangi kelengkaan BBM berupa produksi biodiesel. 


End of content

No more pages to load