Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna usai membuka koordinasi Pengembangan dan Pembinaan Perpustakaan Bagi Camat dan Kepala Desa/Kelurahan se-Kabupaten Malang. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)
Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna usai membuka koordinasi Pengembangan dan Pembinaan Perpustakaan Bagi Camat dan Kepala Desa/Kelurahan se-Kabupaten Malang. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)

Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna mengapresiasi para pemuda penggiat perpustakaan desa, yang merevolusi mental masyarakat Kabupaten Malang dalam mempercepat wawasan informasi, lantaran minat baca masyarakat masih minim.

Hal itu ia sampaikan di sela kegiatan koordinasi Pengembangan dan Pembinaan Perpustakaan Bagi Camat dan Kepala Desa/Kelurahan se-Kabupaten Malang yang digelar di Rumah Makan Bojana Puri Kepanjen, Selasa (21/11/2017).

Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna menjelaskan untuk meningkatkan minat baca masyarakat di Kabupaten Malang, hal yang dibutuhkan yaitu harus ada sarana dan prasarana perputakaan desa terlebih dahulu.

"Kalau tidak ada perpustakaan tingkat desa, dimana masyarakat mengali wawasan informasinya. Meski di tiap desa ada yang belum punya perpustakaan, tapi ada beberapa penggiat perpustakaan yang memiliki jiwa militan untuk meningkatkan minat baca masyarakat," kata Rendra Kresna saat ditemui MalangTIMES usai memberikan pengarahan kepada camat, kepala desa/kelurahan se-Kabupaten Malang untuk mengoptimalkan minat baca masyarakatnya.

Lebih lanjut Rendra mengungkapkan bahwa sekarang ini minat baca masyarakat masih terbilang minim sekali. Karena itu, Rendra Kresna berterima kasih kepada pemuda yang melakukan revolusi mental masyarakat dalam menggeliatkan minat baca dengan mendirikan perpustakaan secara gratis.

"Ada salah satunya perpustakaan di Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung yang sudah memiliki prestasi nasional, bahkan penggiatnya itu dulunya terbilang pemuda yang nakal sekali, justru sekarang mereka menjadi yang terdepan," tegas Rendra.

"Ini luar biasa sekali, saya bangga dengan mereka punya kepedulian tinggi memberikan wawasan giat membaca kepada warganya. Apalagi perpustakaan yang dibangun dengan dananya sendiri," lanjut pria berkacamata itu.

Akhirnya melalui penggalangan masyarakat yang diajak bergeliat membaca buku itu, bisa merubah perilaku masyarakatnya. Tentunya Pemkab Malang tidak hanya diam pasti akan memberikan apresiasi kepada penggiat perpustakaan tersebut.

Disamping itu, Rendra Kresna menyampaikan dari 378 desa di Kabupaten Malang hanya 20 persennya saja yang memiliki perpustakaan desa.

"Melalui rapat koordinasi ini para camat, kepala desa/kelurahan terus melakukan percepatan pembangunan kelembagaan untuk mendirikan perpustakaan desa, anggaranya bisa melakui Dana Desa sesuai Peraturan Menteri Desa," pungkasnya.