Di Dusun Songgoriti, Kelurahan Songgokerto sudah sejak lama terkenal dengan penginapan villanya. Totalnya ada 350-an villa. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES).
Di Dusun Songgoriti, Kelurahan Songgokerto sudah sejak lama terkenal dengan penginapan villanya. Totalnya ada 350-an villa. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES).

Mendengar kata Songgoriti masyarakat khususnya di Malang Raya pasti akan ingat villa.

Hanya saja, sampai hari ini yang terngiang-ngiang di benak masyarakat ketika mendengar daerah yang berada di Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu itu adalah hal-hal yang terkait dengan prostitusi dan aktivitas mesum lainnya. Maklum, hal-hal negatif itu terlanjur melekat pada daerah ini.

Oleh karena itu, paguyuban pemilik villa supo akan berupaya untuk menghilangkan image tersebut.

“Ya memang selama ini banyak orang yang berfikiran negatif tentang penginapan villa di Songgoriti karena itu kami sekarang mulai menata hal tersebut,” ungkap Indra Tri Ariyono, Ketua Paguyuban Pemilik Villa Supo, Jumat (17/11/2017).

Dalam satu bulan ini rupanya paguyuban yang membawahi sekitar 350 villa ini mulai menegakkan peraturan tidak memperbolehkan menawarkan wanita tuna susila. “Kami mulai memberlakukan hal itu di setiap villa agar masuk dalam peraturan lingkungan,” kata Indra saat ditemui di Balai Kota Among Tani.

Selain itu, pihaknya juga bekerjasama dengan semua pihak terkait. Hingga saat ini ia bersama menata peraturan lingkungan agar villa di Songgoriti semakin maju dan tertata dengan baik. 

“Peraturan lingkungan ini upaya memperketat. Kemudian mengawasi agar citra Songgoriti positif,” ujar pria yang juga staf di Dinas Sosial Kota Batu ini.

Sementara itu, pelaksana tugas (plt) kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu menjelaskan lingkungan masyarakat di Songgorti merupakan masyarakat yang agamis. Dengan demikian jika terjadi hal negatif pasti pihaknya akan segera menindak lanjuti kejadian tersebut.

“Di Batu masyarakatnya agamis. Hal seperti itu pasti digerebek oleh masyarakat,” ungkap Imam.

Selain itu, ia meminta agar ada pengecekan pada setiap tamu yang masuk. Tamu harus menunjukkan kartu identitas penduduk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.