Bupati Malang Dr H Rendra Kresna (tengah) saat me-launching Malang Beach Festival di Pendapa Agung Kabupaten Malang, Selasa (7/11/2017). (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)
Bupati Malang Dr H Rendra Kresna (tengah) saat me-launching Malang Beach Festival di Pendapa Agung Kabupaten Malang, Selasa (7/11/2017). (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)

Lima ribu penari akan tampil membawakan salah satu budaya luhur di Kabupaten Malang, yakni tarian Topeng Bapang Malangan.

Terkait atraksi spektakuler itu, Bupati Malang Dr H Rendra Kresna punya penilaian. Menurut dia, tari Topeng Bapang Malangan yang ditonjolkan bukan seni tariannya, melainkan seni cara membuat Topeng Bapang Malangan.

"Saya menilai tari Topeng Bapang Malangan ini tidak hanya unsur seni tariannya yang ditonjolkan, tapi lebih menonjolkan seni ukir, pahat, dan mewarna dari pembuatan Topeng Bapang Malangan itu sendiri," ungkapnya kepada MalangTIMES saat ditemui di Pendapa Kabupaten Malang, Selasa (7/11/2017).

Rendra mengungkapkan hal tersebut sehubungan dengan kegiatan pemecahan rekor Muri untuk atraksi 5 ribu penari Topeng Bapang Malangan di Pantai Ungapan pada 3 Desember mendatang yang dikemas dalam Malang Beach Festival (MBF) 2017.

Rendra mengatakan, memang di beberapa daerah kabupaten/kota lainnya sudah banyak yang melakukan pemecahan rekor dengan tarian-tarian sesuai adat  masing-masing. Namun, Kabupaten Malang juga ikon budaya yang harus dilestarikan, yaitu tari Topeng Bapang Malangan. Gelaran tersebut akan dihadiri langsung oleh sang maestro tari Indonesia yang telah melanglang buana ke mancanegara, yaitu Didik Ninik Thowok.

Menurut pandangan Rendra, tari Topeng Bapang Malangan ini merupakan seni panji yang tumbuh berkembang di wilayah Jawa Timur hingga Nusantara beberapa ratus tahun yang lalu. "Sampai sekarang, masyarakat Kabupaten Malang masih merawat dan melestarikan sekaligus merestorasi seni tari Topeng Bapang Malangan itu," ungkap bupati Malang dua periode tersebut. (*)