Kades Diajari Cara Menghadapi Wartawan ‘Abal Abal’ | Jatim TIMES

Kades Diajari Cara Menghadapi Wartawan ‘Abal Abal’

Nov 04, 2017 12:22
Syaifudin Mahmud pakai seragam PWI warna coklat saat mendengarkan pertanyaan dari peserta terkait wartawan abal abal (Foto Sony Haryono / Situbondo TIMES)
Syaifudin Mahmud pakai seragam PWI warna coklat saat mendengarkan pertanyaan dari peserta terkait wartawan abal abal (Foto Sony Haryono / Situbondo TIMES)

Seratus tiga puluh dua Kepala Desa se Kabupaten Situbondo diajari cara menghadapi wartawan ‘ abal-abal’ oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sekaligus pimpinan redaksi Jawapos Radar Banyuwang Syaifuddin Mahmud ST pada acara bimbingan teknis Jurnalisme Inovasi Desa dalam mendongkrak Potensi dan Inovasi Daerah Kabupaten Situbondo, Sabtu (04/11/2017).

Menurut keterangan Ketua PWI Banyuwangi ini mengatakan bahwa wartawan yang sebenarnya adalah wartawan yang selalu taat pada kode etik jurnalistik, UU N0 40 Tahun 1999 tentang Pers, mengusai teknik penulisan berita dan refortase dengan baik. Sedangkan oknum wartawan atau wartawan “abal-abal ‘adalah orang yang sering mengaku-ngaku wartawan atau preman berkedok wartawan.

“Wartawan menolak “amplop”. Merasa bertentangan dengan fungsi yang dijalankannya.  Wartawan menerima “amplop”. Beralasan perusahaan tidak memberi gaji yang mencukupi.  Wartawan memperalat pers untuk mendapat uang. Golongan ini membuat penerbitan pers menjadi alat pemeras narasumber,”jelas Syaifuddin Mahmud dihadapan 132 peserta bimbingan teknis Jurnalisme Inovasi Desa dalam mendongkrak Potensi dan Inovasi Daerah Kabupaten Situbondo.

Lebih lanjut, Syaifuddin menjelasakan, Wartawan gadungan adalah sesorang yang mengaku wartawan dan bisanya hanya pengejar amplop.  Mereka hanya bisanya CNN (Cuma Nanya-Nanya), WTS (Wartawan Tanpa Suratkabar), Muntaber (Muncul Tanpa Berita), atau Wartawan Bodrex.  “Tive wartawan bodrek sering membuat pusing sumber berita dan media terbit tidak beraturan. Bermodal ID Card bodong dan cerita kosong,”jelas Syaifuddin.

Bukan hanya itu saja yang disampaikan pimpinan redaksi Jawapos Radar Banyuwangi tersebut, namun pria kelahiran Tulungagung tersebut mengupas secara tuntas cara mengahadapi orang-orang yang mengaku wartawan di hadapan peserta bimbingan teknis Jurnalisme Inovasi Desa dalam mendongkrak Potensi dan Inovasi Daerah Kabupaten Situbondo.

Sekedar informasi kegitan yang berlangsung di Aula Balai Latihan Kerja di Jalan Basuki Rahmat Situbondo tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Situbondo Drs. Syaifullah MM, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa , Drs. Suradji serta tamu undangan lainnya. Kegiatan tersebut bertujuan untuk membantu seluruh kepala desa di Kabupaten Situbondo untuk berinovasi melalui karya tulis menggunakan media cetak, televisi dan online yang tercatat atau terdaftar di Dewan Pers. (*)

Topik
Berita Situbondo Oknum Wartawan

Berita Lainnya