Bupati Malang Dr H Rendra Kresna mempresentasikan program inovatif Kabupaten Malang dengan performa terbaik dan membuat tim penilai dan kompetitor mengapresiasinya, Jumat (27/10) (Budiar for MalangTIMES)
Bupati Malang Dr H Rendra Kresna mempresentasikan program inovatif Kabupaten Malang dengan performa terbaik dan membuat tim penilai dan kompetitor mengapresiasinya, Jumat (27/10) (Budiar for MalangTIMES)

Penampilan Bupati Malang dalam mempresentasikan berbagai program inovatif di hadapan tim penilai Kemendagri RI serta para kompetitor dari unsur gubernur, bupati dan wali kota yang berhasil lolos dalam validasi penentuan pemenang Pemerintah Daerah Inovatif 2017, sangat memesona.

Pesona Bupati Malang kesembilan belas di Bumi Arema ini tidak sekedar menyihir tim penilai Kemendagri saja, tapi juga diakui oleh 7 Kepala daerah yang juga akan mempresentasikan berbagai inovasinya.

Kekuatan data pendukung serta penyampaian cerdas bupati Malang inilah yang sering mengantarkan Kabupaten Malang meraih berbagai penghargaan tingkat nasional.

"Tentunya selain data yang kuat, aplikasi dari program yang dipaparkan Bapak Bupati memang telah memberi manfaat besar kepada masyarakat," kata Budiar Asisten Administrasi Setda Kabupaten Malang kepada MalangTIMES, Jumat (27/10).

Data dari program inovatif seperti contra war, home care, persampahan, jebol anduk tidak sekedar bagus dalam tataran program saja, tapi bisa diaplikasikan dan terbukti berhasil di dalam masyarakat.

"Objektif, performa bapak bupati merupakan yang terbaik dari sekian kepala daerah yang hadir di sini," ujar Budiar. Dia melanjutkan, hal ini juga disampaikan oleh tim penilai dan beberapa kepala daerah 

Seperti diketahui, proses dalam penilaian Pemerintah Daerah Inovatif 2017 melalui beberapa rangkaian dan syarat yang telah ditentukan dan dipublish oleh tim Kemendagri RI. Artinya, saat salah satu daerah masuk dalam tahap validasi melalui presentasi, maka daerah tersebut telah melalui beberapa rangkaian kegiatan.

Ada lima prasyarat umum bagi daerah masuk jadi nominator Pemerintah Daerah Inovatif. Yaitu, inovasi telah berjalan minimal 2 tahun, memiliki sifat kebaharuan atau keunikan, melibatkan peran masyarakat dan stakeholder lain, dibiayai APBD atau pendapatan yang sah lainnya serta berdampak bagi masyarakat dan daerah.

"Lima syarat tersebut terpenuhi dengan berbagai inovasi Kabupaten Malang. Bahkan tambahannya bahwa berbagai program tersebut juga telah banyak menyabet penghargaan nasional juga," terang Budiar.

Di bidang penilaian, masih menurut Budiar ada tiga hal dalam inovasi daerah yang akan dinilai. Yaitu mengenai inovasi tata kelola pemerintahan daerah, inovasi pelayanan publik dan inovasi lainnya yang sesuai dengan bidang urusan wajib pemerintahan daerah.

Di wilayah penilaian ini pun, masih kata Budiar, dimiliki secara utuh melalui kepemimpinan Bupati Malang Dr H Rendra Kresna yang termasuk pemimpin visioner yang tetap membumi.

"Beliau itu kan mampu membuat kebijakan yang sifatnya 'langit' tapi bisa dengan mudah 'dibumikan'," ujar mantan Kabag Humas Kabupaten Malang ini kepada MalangTIMES.

Dari berbagai respon yang dikumpulkan atas presentasi Rendra Kresna, Budiar optimis bahwa Kabupaten Malang akan memboyong penghargaan Pemerintah Daerah Inovatif 2017 ke Bumi Arema yang rencananya akan diserahkan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo.