Tanaman bunga mawar milik Sukardi di area Dusun Santrean, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Tanaman bunga mawar milik Sukardi di area Dusun Santrean, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Kota Batu tidak hanya terkenal buah dan sayurnya. Bunga dari Kota Batu juga menjadi daya tarik bagi berbagai daerah. Sebut saja  bunga mawar. Ternyata hasil panen terbanyak dari berbagai daerah di Indonesia adalah Kota Batu.

Tercatat produksi mawar dari Kota Batu mencapai 90 juta tangkai bunga mawar per tahun. Sedangkan total keseluruhan produksi mawar Indonesia mencapai 180 juta tangkai per tahun. Artinya, produksi mawar Kota Batu setengah dari total produksi mawar Indonesia.  “Bunga mawar di Kota Batu dipasok ke berbagai daerah. Khususnya di daerah Jawa. Dan setengah dari hasil panen Indonesia itu dikuasai Kota Batu,” ungkap Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kota Batu Yayat Supriatna.

Sejumlah 90 juta tangkai bunga mawar itu dipasok ke  daerah seperti Surabaya, Jakarta, Semarang, dan Jogjakarta. "Pasokannya  rata-rata di daerah Jawa saja,” imbuhnya, Minggu (22/10/2017).

Mengapa produsen ini banyak memilih bunga mawar  Kota Batu? Alasannya karena harga bunga mawar di Kota Batu lebih murah. Ya, memang untuk saat ini, harga mawar di tingkat petani Rp 400 per tangkai. “Karena harganya murah, lalu lebih terbuka,” kata Yayat kepada BatuTIMES.

Untuk saat ini tanaman  mawar ini tersebar di area Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, dan Desa Gunungsari, Kecamatan Batu. Ya, hanya dua daerah tersebut yang mendominasi produksi bunga mawar di Kota Batu.  

Yayat  menjelaskan bahwa pihak pemkot juga memberikan bantuan berupa sarana produksi (saprodi) setiap tahunnya. Saprodi itu misalnya pupuk dan obat-obatan untuk menunjang kebutuhan bunga mawar. Selain itu, Dinas Pertanian Kota Batu  memberikan bantuan bibit bunga mawar kepada petani dua desa tersebut. “Kita tetap membantu petani mulai dari saprodi sampai bibitnya juga untuk menyejahterakan petani atau meringankan petani,” ujar Yayat.

Sementara itu, Sukardi, petani Dusun Santren, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, menjelaskan bahwa setiap hari di lahannya yang hanya 400 meter memanen 500 tangkai bunga mawar. Nantinya bunga tersebut akan dikirim oleh tengkulak di berbagai daerah di Pulau Jawa.

“Kalau saya sendiri panen setiap hari karena akan dikirim ke berbagai daerah oleh tengkulak,” kata Sukardi saat ditemui di lahannya di Dusun Santren, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu. (*)