Bupati Malang Dr H Rendra Kresna membagikan hasil bumi dalam acara Grebeg Suro Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)
Bupati Malang Dr H Rendra Kresna membagikan hasil bumi dalam acara Grebeg Suro Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)

Bupati Malang Dr H Rendra Kresna menyampaikan tradisi Grebeg Suro merupakan wadah pemersatu kerukunan antarumat beragama dan melestarikan budaya.

Hal itu ditegaskan pria yang akrab disapa Bung Rendra tersebut ketika menghadiri Grebeg Suro Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Sabtu (21/10/2017). "Grebeg Suro ini sudah menjadi agenda rutin tahunan (turun temurun) warga Desa Ngijo untuk melestarikan tradisi budaya, menumbuhkan sikap kerukunan kegotongroyongan bersama dalam bersilaturahmi. Pastinya kami sangat bangga masyarakat sampai sekarang menjaga tradisi para leluhurnya," kata Rendra kepada MalangTIMES.

Menurut Rendra, Grebeg Suro sebagai wadah pemersatu dalam mempertahankan budaya. "Kami berpesan kepada warga jangan sampai tradisi budaya ini luntur di tengah perkembangan zaman. Kami ajarkan tradisi warisan budaya ini kepada anak cucu dan generasi penerus bangsa untuk mengenalnya," kata suami Jajuk Rendra Kresna itu.

Karena itu, pria asal Pamekasan ini terus berupaya memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya uri-uri budaya, makna kearifan lokal, serta mengajak masyarakat Desa Ngijo meningkatkan kerukunan antarumat beragama. "Ini bagian penting dalam menyukseskan program pembangunan dan mewujudkan moral masyarakat di wilayah Kabupaten Malang," tandasnya.

Kemudian, Rendra membagikan hasil bumi warga Desa Ngijo dalam grebeg tumpengan. Kontan hasil bumi itu diserbu warga. Mereka beramai-ramai mengambil makanan dan buah-buahan yang sudah ditata di jolen. (*)