Seorang keluarga korban menunjukkan dinding yang dibobol maling.

Seorang keluarga korban menunjukkan dinding yang dibobol maling.



Berbagai cara dilakukan pelaku pencurian untuk mendapatkan barang yang diincarnya. Tak bisa melalui pintu atau jendela, pelaku membobol dinding rumah korbannya. Pekerjaaan berat menjebol tembok tersebutbdilakukan komplotan maling yang mencuri sapi milik Nurrahmad (48), Rabu (4/10) sekitar pukul 02.00.  

Alhasil, seekor sapi milik bapak yang tinggal di Jalan Duku RT 3 RW 4, Kelurahan Wonoasih, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo ini dibawa kabur. Jika sapi yang hilang tersebut tidak ketemu, maka Nurrahmad hanya merawat satu ekor sapi dan seekor kambing yang tersisa di kandangnya. Hingga siang hari, pemilik sapi dibantu sejumlah saudara dan tetangganya masih memburu sapi dengan mengikuti jejak kaki sapinya.

Aksi pencarian diungkap Nurhasanah (43), istri Nurrahmad, di rumahnya, Rabu siang. Hanya saja, ia tidak mengetahui ke mana dan sampai di mana suaminya mencari sapinya. Yang jelas, saat sapi diketahui tidak ada di kandang seekitar pukul 02.30.

Dini hari itu, suaminya terbangun hendak shaalat malam. Nurrahmat menuju kamar mandi untuk mengambil wudu. Namun, dia berbelok ke kandang sapi untuk melihat sapinya. Dia heran mengapa malam itu kambingnya mengembik terus-terusan.

Ternyata setelah dilihat, sapinya tinggal satu, yakni sapi berbulu hitam putih alias sapi susu. Sementara, sapi merah yang dibelinya tiga bulan lalu seharga Rp 11 juta sudah tidak ada di kandang.

Saat memeriksa dapur, pintu tetap tertutup. Ternyata maling masuk dengan menjebol dinding di pojok barat laut.

Setelah menabuh kentongan tanda ada maling, suaminya bersama beberapa orang mencari sapi dengan mengikuti jejak kakinya. “Kami berharap ketemu,” ujarnya.

Sementara itu, Satreskrim Polresta Probolinggo siang itu melakukan olah TKP. Hasil sementara, sapi diduga diangkut kendaraan. Sebab, di belakang rumah korban ada jalan beraspal yang cukup untuk lewat kendaraan roda empat.

Kapolsek Wonoasih AKP H Sukatno yang mendatangi lokasi kejadian masih melakukan penyelidikan dan pencarian. “Ya kamiblidik dulu. Belum ada yang kami curigai. Nggak tahu kenapa yang dicuri hanya satu,” ujarnya.

Kapolsek yang baru tiga hari dinas di Polsek Wonoasih ini, sekitar pukul 23.00 sebelum kejadian, lewat di depan rumah korban. Namun ia tuldak melihat orang yang mencurigakan. Setelah beristirahat di mapolsek, ia bersama sejumlah anggotanya meluncur ke SPBU Sumber Wetan memantau situasi. Sementara anggota yang lainnya menyebar di lokasi yang dianggap rawan. “Kami malam itu memantau kedatangan bonek yang akan ke Jember. Ya, sampai pagi,” tambahnya.

Kanit Reskrim Polsek Wonoasih Ipda Mugi menyayangkan korban tidak langsung melapor ke mapolsek. Seandainya langsung melapor, aksi pencurian tersebut mungkin bisa terlacak sehingga petugas yang malam itu menyebar di dua kelurahan bisa mencegat jalan yang akan dilewati pelaku. Ia mengaku, Kelurahan Wonoasih tidak dipantau lantaran aman tidak ada aksi pencurian. Mugi beserta yang lain berpatroli di Kelurahan Kareng Lor dan Kelurahan Sumber Wetang yang masuk daftar rawan. “Kami fokus di dua kelurahan itu. Coba langsung laporan, kami bisa langsung merapa ke sekitar lokasi,” katanya singkat. (*) 


End of content

No more pages to load