Hiasan rumah dari bahan telenan kayu dengan seni paper quilling karya ibu rumah tangga asal Malang Neny Tantowi.(foto: Istimewa)
Hiasan rumah dari bahan telenan kayu dengan seni paper quilling karya ibu rumah tangga asal Malang Neny Tantowi.(foto: Istimewa)

Kreativitas bisa muncul dari apa saja, termasuk perkakas dapur. Seorang ibu rumah tanggal asal Malang, Neny Tantowi, menyulap telanan menjadi sebuah hiasan rumah unik nan cantik.

Seperti apa kreasi telenan karya wanita yang tinggal di kawasan Jalan Bantaran itu? Bahan yang dibutuhkan untuk membuat hiasan rumah telenan ala Neny ialah telenan kayu, cat kayu, kertas HVS warna, lem putih, pola gambar, dan karbon. Selain bahan, Neny menyiapkan beberapa alat yakni gunting, cutter, penggaris besi, jarum pentul, pensil, dan alat gulung.

Setelah alat dan bahan siap. Neny pun mulai mempraktikkan cara membuat hiasan rumah telenan unik itu. "Pertama-tama, telenan dicat dengan cat kayu. Lalu kertas HVS dipotong memanjang dengan lebar 3 milimeter," jelas ibu rumah tangga yang punya usaha kerajinan tangan tersebut.

Kertas HVS yang telah disiapkan lalu disalin pada telenan menggunakan karbon. "Setelah itu, tancapkan jarum pentul ditepi pola gambar," tutur dia. 

Setelah itu, Neny menempel kertas HVS yang sudah dipotong memanjang mengikuti jalur jarum pentul. "Nah itu sebagai outliner dan tunggu sampai kering," imbuh dia. 

Neny lantas melepaskan jarum pentul. "Gulung kertas HVS yang sudah dipotong memanjang warna lain dengan alat penggulung," kata dia. 

Ujung digulung ke depan, beri jarak kira-kira satu sentimeter. Gulung kebelakang beri jarak lagi satu sentimeter. "Gulung lagi ke depan  dan seterusnya kemudian dilem dan ditempel ke dalam bidang yang kosong di dalam pola," terang Neny. 

Ada dua pola gambar yang dibuat oleh Neny, yakni kupu-kupu dan seorang wanita mengenakan topi.

Kreasi telenan kayu karya Neny menerapkan seni paper quilling yakni seni menggulung kertas. Pada teknik ini kertas yang digulung akan menghasilkan tampilan yang menarik. Neny sendiri sudah cukup lama menekuni seni paper quilling. (*)