NKRI Harga Mati buat Agama Apa pun | Jatim TIMES

NKRI Harga Mati buat Agama Apa pun

Sep 26, 2017 13:58
KH Marzuki Mustamar (berdiri) dalam acara seminar di Gedung Kartini, Selasa (26/9).
KH Marzuki Mustamar (berdiri) dalam acara seminar di Gedung Kartini, Selasa (26/9).

Sikap toleran harus selalu dikembangkan dalam bingkai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dengan merujuk pada konstruksi sistem hukum yang berlaku. Harapannya, agar tidak ada pihak yang asal tuduh dan lempar batu sembunyi tangan.

Di sisi lain, hak beragama adalah hak yang sudah lama dikenal sebagai hak asasi manusia. Hak ini secara tegas disebutkan sebagai hak yang paling dasar, hak yang tidak dapat dikurangi atas nama dan atau karena alasan apa pun.

Karena itu, berbagai  agama di  Indonesia tidaklah menjadi permasalahan dalam hidup sehari-hari. Umat antar-agama  tetap hidup guyub rukun dalam bermasyarakat dan bernegara.

Masalah agama, torelansi, dan NKRI itu  disampaikan KH Marzuki Mustamar dalam acara seminar Pendidikan Karakter dan Kesadaran Bela Negara untuk Menjaga Generasi Muda Menuju Generasi Emas Indonesia dari Idealisme Asing. Seminar itu digelar Tim Penggerak PKK Kota Malang yang dipunggawai Umi Faridah Suryani di Gedung Kartini, Selasa (26/9/2017).

KH Marzuki  membeberkan bahwa hidup di Indonesia itu indah.  Meski beragam agama,  masyarakatnya selalu saling menghargai. "Contoh ketika ada acara Natalan di Kota Malang, Banser dari NU yang mengamankan acara Natalan. Juga sebaliknya, ketika umat Islam merayakan Idul Fitri di Papua,  mereka yang non-muslim ikut menjaga kedamaian dalam acara tersebut," tutur pengasuh Ponpes Sabilur Rosyad Gasek ini. 

Menurut dia,  di antara pilar kerukunan antarumat beragama, setiap orang dituntut untuk menghormati agama dan nilai ajarannya. Dengan begitu, umat beragama dapat hidup berdampingan secara damai dan harmonis dalam suasana kekeluargaan. Mereka juga bisa saling bekerja sama dalam kebaikan. "Bayangkan di negara Timur Tengah, sama-sama Islam, mereka berperang hanya gara-gara beda mazhab atau saling bunuh gara-gara rebutan wilayah. Sangat jauh beda dengan di Indonesia. NKRI harga mati buat agama apa pun dan kapan pun, " pungkas mantan ketua PCNU Kota Malang tersebut. (*)

Topik
KH Marzuki Mustamar NKRI harga mati

Berita Lainnya