Bupati Lumajang, Drs. As'at Malik

Bupati Lumajang, Drs. As'at Malik



Aksi pencurian hewan (curwan) sapi di Kabupaten Lumajang sudah membuat gerah aparat penegak hukum. Bahkan, bupati Lumajang sendiri mendukung langkah pihak kepolisian menembak di tempat terhadap pelaku curwan.

"Kapolres sudah memerintahkan tembak di tempat pelaku curwan. Saya mendukung penuh langkah tersebut karena sangat meresahkan para peternak sapi di Lumajang," ujar Bupati As'at Malik usai membuka acara Tiga Pilar Desa di pendapa, Selasa (12/09). Acara tersebut dihadiri muspida, muspika, banbinsa dan kepala desa se-Lumajang.

Selama dua bulan terakhir, kasus pencurian sapi di sejumlah wilayah di Lumajang sulit dibendung oleh aparat keamanan. Bahkan, instruksi tembak di tempat yang dilontarkan kapolres Lumajang tidak membuat surut aksi sekelompok maling sapi. 

Anehnya, gerombolan maling sapi yang sering beraksi di Lumajang bagian utara, yakni Kecamatan Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang dan Randuagung, semakin meningkatkan aksinya hingga menjalar ke Lumajang bagian selatan, yakni di Kecamatan Kunir, Yosowilangun, Pasirian dan Candipuro.

Atas fenomrna itu, bupati Lumajang meyakini aksi para komplotan maling nekat itu karena faktor ekonomi. "Faktor keamanan dan ekonomi ada kaitannya, itu pasti. Jika daerah itu ekonominya baik, maka keamanan akan baik juga," ungkapnya. 

Untuk itu, bupati meminta kepada masyarakat agar menciptakan keamanan  dan ketertiban dengan menghidupkan budaya siskampling di semua desa di Lumajang. Terutama daerah rawan pencurian ternak. "Siskamling harus dihidupkan kembali sehingga pencurian ternak bisa ditekan," tandasnya.

Selain itu, fasilitas umum seperti jalan rusak diperbaiki dan optimalisasi penerangan jalan. Namun, perbaikan fasilitas itu disinyalir dimanfaatkan oleh pencuri untuk memperlancar aksinya. Bupati menegaskan, jika hal tersebut terjadi, maka fasilitas yang telah dibangun menjadi tidak bermanfaat.

"Kita semua mengambil manfaat apa yang sudah kita upayakan seperti jalannya bermanfaat, lampunya, dan keberadaan gardunya. Kita harus menghidupkan kembali budaya siskamling bersama," ujar bupati. (*)


End of content

No more pages to load