Korban Sumajianto sebelum di evakuasi (Foto : Istimewa)
Korban Sumajianto sebelum di evakuasi (Foto : Istimewa)

Setelah dilakukan pencarian selama tiga hari oleh Polisi, masyarakat dan Tim Basarnas korban Sumajianto warga desa Boro yang menghilang saat mencuci jerohan daging Qurban akhirnya ditemukan. Penemuan jasad korban sudah masuk wilayah aliran sungai Brantas di Kediri. 

"Penemuan mayat di duga korban tenggelam Boro di belakang Pabrik Gula Ngadirejo Kediri," demikian di terima Tulungagung TIMES dari warga yang bernama Adi. 

Atas informasi tersebut, Kapolsek Kedungwaru AKP Purwanto mengakui bahwa jasad korban telah ditemukan dan pihaknya telah mendapatkan laporan dari Basarnas. 

"Betul kami telah mendapat laporan dari Basarnas dan anggota kami bahwa korban telak ditemukan," kata Kapolsek. 

Kapolsek menjelaskan penemuan korban tepatnya di desa Jambean Kecamatan Kras Kediri. Pihak keluarga sudah menuju tempat ditemukan jasad yang diduga adalah Sumajianto.

"Meski ditemukan kita masih akan pastikan dengan meminta keterangan keluarga dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut," ungkap Kapolsek. 

Senada dengan Kapolsek, Kanit Reskrim Polsek Kedungwaru Aiptu Daroji yang berada dilapangan melaporkan penemuan tersebut.

Daroji dan tim dibantu masyarakat sedang melakukan evakuasi terhadap jasad yang ditemukan di Jambean Kediri.  "Sekarang kita masih lakukan evakuasi," katanya melalui pesan elektronik. 

Seperti diberitakan sebelumnya, berniat mencuci jerohan daging kurban Idul Adha, Sumajianto, (47) justru menghilang disungai.

Korban yang merupakan warga Dusun Mbaron Desa Boro Kecamatan Kedungwaru diduga terpleset saat mencuci daging dan hanyut di sungai Brantas.

Sumajianto baru diketahuhi menghilang oleh keluarga ketika ditunggu selang 2 jam. Ketika di cek di sungai keluarga hanya menemukan sepeda motor dan daging yang belum dicuci tergeletak di bibir sungai.

Selain daging, saksi juga menemukan 1 (satu) buah pisau untuk mencuci, dan sepeda motor korban merk Honda Supra X warna hitam Nopol AG 6365 OM  dengan kunci menancap diparkir dengan jarak sekitar 5 (lima) meter dari tempat kejadian. 

"Keluarga dan warga masih menganggap lokasi itu bernama Bangsalan dan dikenal wingit atau angker, dalam membantu pencarian keluarga dan warga mencari bantuan juga pada dukun atau orang pintar," cerita Anto warga setempat.