Seorang wanita asal Malang menggenakan padu padan hijab motif dan busana polos membuat kesan lebih elegan dan terlihat 'mahal' (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)
Seorang wanita asal Malang menggenakan padu padan hijab motif dan busana polos membuat kesan lebih elegan dan terlihat 'mahal' (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

Kata 'murahan' seringkali menjadi momok menakutkan bagi kaum hawa. Maknanya tentu negatif sebab 'murahan' apalagi dari segi mode bisa jadi busana tersebut kurang elegan dikenakan. 

'Murahan' bukan terletak pada harga sebuah busana. Tetapi, menurut perancang mode asal Malang Hermina Andreyani kata 'murahan' bisa juga karena busana yang dikenakan banyak dipakai khalayak. 

"Jadi kesannya karena banyak yang pakai jadi terlihat murah padahal belum tentu harganya terjangkau. Bisa jadi lumayan mengguras kantong," sebut Hermina. 

Desainer pemilik sekolah mode Quinna School of Fashion itu lantas menjelaskan bahwa konsep lain 'murahan' bisa juga disebabkan padu padan busana yang kurang tepat. 

Hermina mencontohkan kerudung atau hijab. Untuk hijab bermotif misalnya. Ia menyarankan penggunaan busana yang minim aksen agar kerudung motif tidak terkesan kurang elok dikenakan. 

Sependapat dengan Hermina, perancang mode muda asal Malang Elma Faricha menyarankan hal yang sama. Kata Elma, hijab motif baik dipadukan dengan busana polos. 

"Sebaiknya pilih salah satu, entah kerudung atau busana yang motif. Kalau kerudung sudah motif sebaiknya busana yang dipakai disesuaikan warna dengan motif yang ada atau bisa pakai warna keseluruhan. Tetapi busana sebaiknya polos saja, tidak pula ada motifnya," saran Elma. 

Ia lantas menerangkan banyak wanita di Malang kurang jeli memadukan busana hijab. Oleh sebab itu, agar hijab motif dipandang 'mahal' dan berkelas terpenting ialah soal memadukan busana. 

"Bisa saja sudah beli hijab mahal tetapi kurang pas memadukan. Sebab sisi elegan wanita juga bergantung memadukan aksen motif. Sebaiknya tidak terlalu banyak aksen cukup pilih mau hijabnya atau busananya," tandas Elma. (*)