Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung memperlihatkan hasil racikan nasi gorengnya bersama sang istri, Tika Y.S. Ujung, yang menemani sepanjang lomba, Jumat (18/08).(Nana)

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung memperlihatkan hasil racikan nasi gorengnya bersama sang istri, Tika Y.S. Ujung, yang menemani sepanjang lomba, Jumat (18/08).(Nana)



Lomba memasak tentunya sudah biasa dan sangat lumrah. Tapi, saat lomba memasak itu diikuti oleh para pejabat utama di Polres Malang yang seluruhnya adalah laki-laki, maka menjadi hal unik dan mengundang gelak tawa.

Hal ini terlihat di Mapolres Malang yang secara serentak mengadakan berbagai macam lomba dalam memperingati HUT Ke-71 Bhayangkara dan HUT Ke-72 Kemerdekaan tahun 2017 yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB.

Lomba memasak nasi goreng yang diikuti para pejabat utama Polres Malang, seperti Kapolres AKBP Yade Setiawan Ujung, Wlwakapolres, kasat dan kapolsek di seluruh wilayah Polres Malang, menjadi salah satu kegiatan yang menyedot animo para penonton. Bayangkan, kapolres Malang adu tangkas mengolah berbagai macam bahan untuk membuat nasi goreng dengan waktu yang dibatasi panitia, yaitu 15 menit, dengan jajarannya. Keriuhan dari setiap satuan yang menyemangati atasannya membuat semakin ramai acara lomba memasak nasi goreng ini.

Kapolres Malang ternyata selain piawai dalam bidang kepemimpinan juga terlihat akrab dengan berbagai perkakas masak. Tangannya lincah mengupas, memotong dan mencampur berbagai bahan ke wajan goreng.

Pun, Kasat Lantas AKP Probandono Bobby terlihat begitu familiar dengan masak-memasak yang membuat decak kagum para penonton. Selain mampu meracik berbagai bumbu, Bobby juga begitu mahir mempercantik tampilan nasi gorengnya melalui hiasan dari cabai, tomat dan mentimun.

Kasatlantas Polres Malang AKP Probandono Bobby begitu serius meracik nasi goreng dalam lomba memasak, Jumat (18/08) (Nana)

Kapolres Malang mengatakan ternyata sesuatu yang terlihat sederhana, seperti memasak nasi goreng, saat dilakukan sendiri memiliki tingkat kesulitan yang membuatnya berkeringat. "Ternyata susah juga ya," ujar AKBP Yade Setiawan Ujung lalu tertawa setelah menyelesaikan lomba, Jumat (18/08) kepada media.

Kapolres juga menyampaikan bahwa lomba memasak ini sebagai bentuk penumbuhan empati seorang suami kepada istrinya yang mungkin selama ini terabaikan. "Ternyata susah ya jadi seorang istri. Kita biasanya kalau minta sesuatu cepat-cepat," ujarnya kembali tertawa.

Di stan ainnya, penampilan unik Wakapolres Kompol Deky Hermansyah dalam meracik nasi goreng juga mendapat atensi meriah. Dengan gayanya yang kocak, Deky menampilkan nasi goreng buatannya dengan mengambil tema kartun unik. "Rambutnya dari telur yang dicacah kecil-kecil. Mata dan mulutnya dari agar-agar kering. Keren kan," promosi Deky kepada media.

Di stan lainnya juga para pejabat utama Polres Malang berjibaku dengan berbagai bahan nasi goreng dan menyajikannya dengan kreasi unik. Panitia penilai pun dibuat geleng-geleng kepala saat mencicipi rasa nasi goreng para pejabat utama Polres Malang ini. "Enak Bu masakannya," tanya beberapa penonton dan media yang dijawab juri dengan senyum. (*)


End of content

No more pages to load