Tersangka Nino diamankan di Mapolres Blitar Kota.(Foto Istimewa)

Tersangka Nino diamankan di Mapolres Blitar Kota.(Foto Istimewa)


Editor

Heryanto


Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Blitar Kota menangkap pelaku penipuan dengan modus mengaku sebagai pegawai Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Tersangka Nino alias Ali (27) warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar ditangkap setelah menipu korbannya dengan mengaku bisa mencairkan uang tunai sebesar Rp 5 juta hanya dengan bermodalkan STNK sepeda motor.

Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono mengatakan, pelaku berhasil diamankan setelah melakukan penipuan kepada Sri Nurjanah (36), warga dusun Kemloko RT  01 RW  09 Desa Sidodadi, Kecamatan Garum. 

"Pelaku berhasil mengelabuhi korban setelah mengaku sebagai pegawai di salah satu BPR yang ada di Kota Blitar," ungkap AKP Heri Sugiono, Rabu (9/8/2017).

Dalam melakukan aksinya pelaku menyasar ibu-ibu pemilik warung, dengan menawarkan pinjaman uang hanya dengan menggadaikan STNK motor.

Setelah berhasil meyakinkan korbannya pelaku mengajak korban untuk melakukan proses pencairan uang pinjaman di salah satu BPR di Jalan Mendut, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar. 

"Seampainya di BPR korban diminta untuk  menunggu di dalam kantor BPR, sementara pelaku keluar dengan membawa kunci sepeda motor korban dengan alasan motornya akan dilihat nomor mesinya. Setelah mengelabuhi korban dengan modus tersebut kemudian kendaraan dibawa kabur oleh pelaku," jelasnya.

Ia menerangkan, berdasarkan pengakuan pelaku ia sudah melakukan penipuan dengan modus yang sama di enam tempat. Namun hingga saat ini petugas baru berhasil mengamankan empat unit kendaraan sepedah motor.  Sementara dua unit kendaraan lainnya hingga kini masih belum ditemukan.

“Pasalnya setelah melakukan aksinya pelaku langsung menggadaikan sepedah motor korban dengan nominal hingga Rp 12 juta untuk satu unit sepedah motor,” tukasnya.

Sementara berdasarkan pengakuan pelaku ia terpaksa melakukan aksi penipuan itu untuk membayar hutang, pasca berhenti bekerja dari salah satu  Bank.

Ia mengaku mendapatkan ide untuk melakukan penipuan dari salah satu teman sesama pekerja Bank  yang  biasa menawarkan pinjaman kredit kepada ibu-ibu.  "Idenya dari teman yang biasanya menawarkan pinjaman," tuturnya.

Heri Sugiono menambahkan, petugas berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa, empat unit sepeda motor berbagai merk,  satu buah tas punggung warna coklat, satu surat keterangan dari WOM Finance, satu lembar foto Copy BPKB,  satu lembar foto Copy STNK Honda Beat Nopol AG 4160 IW warna Putih Merah tahun 2015, serta dua lembar slip permohonan kredit dari PT BPR Sumberdhana Anda.

"Hingga sekarang kita masih  melakukan pengembangan kasus ini. Karena  diduga masih banyak lagi korban yang tertipu pelaku. Pelaku teranca pasal 372 , 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun,” pungkasnya.(*)


End of content

No more pages to load