Ilustrasi Bisnis Online Ibu Rumah Tangga (foto : www.bisnismail.com)
Ilustrasi Bisnis Online Ibu Rumah Tangga (foto : www.bisnismail.com)

 Profesi ibu rumah tangga bukan menjadi penghalang untuk menjalankan sebuah bisnis.  Ibu rumah tangga dengan segala kesibukannya ternyata bisa menghasilkan jutaan rupiah tanpa mengganggu aktivitas mengurus rumah tangga.

Hal itulah yang dilakukan Erna (33), warga Desa Wateskroya. Kecamatan Bandung, Tulungagung, dengan menjual aneka sambal, keripik dan jajanan lainnya. Usaha sperti itu sudah dilaluinya sejak enam bulan terakhir dengan omzet rata-rata per bulan sekitar Rp 4 juta.  

Di sela-sela kesibukannya, Erna mengaku bisnis tersebut tak mengganggu aktivitasnya karena dilakukan secara online melalui media sosial, "Karena dilakukan dengan online, jadi tidak perlu modal. Hanya cukup menyediakan smartphone dan akun Facebook." tutur guru TK ini. Media tersebut dipilihnya karena dianggap efektif, tak perlu keluar rumah alias hanya cukup dipantau lewat smartphone. 

Tidak berbeda jauh yang dilakukan Rina Wahyuni, warga Desa Aryojeding, Kecamatan Rejotangan.  Dia memanfaatkan promo voucher situs jual beli online untuk kulakan barang dagangan. Menurut Rina, sebenarnya harganya kalau pas normal, itu sama saja, bahkan lebih mahal. "Tapi kan ini manfaatin promo voucher. Lumayan kan dapat potongan Rp 50 ribu sampai Rp 200 ribu untuk pembelian produk dalam jumlah tertentu," ungkap guru di salah satu lembaga bimbingan belajar ini 

Produk yang dijual Rina pun dibatasi hanya popok bayi dan susu bayi. "Sekalian Mas, aku kan punya anak bayi. Jadi, produknya bisa dijual dan dipakai sendiri," ucapnya. Dengan memanfaatkan media sosial, Rina mengaku omzetnya sekitar Rp 7 juta per bulan, hannya dengan melihat layar HP. 

Sementara itu, menurut pakar IT dari Nagapasa Multimedia Tofan Ardi, peluang bisnis baru dimanfaatkan ibu ibu untuk menjadi pelaku. Jika sebelumnya menjadi target pasar, ibu-ibu kini mulai sadar bahwa ponsel mereka bisa digunakan untuk berjualan produk, mulai makanan, pakaian, aksesori, perlengkapan bayi hingga perawatan kecantikan. Menurut Tofan, maraknya bisnis online disebabkan oleh banyaknya pengguna internet bergerak yang menjadi pasar potensial. "Tren ini sudah mulai meningkat sejak satu dekade ini karena mobilitas yang sibuk menyebabkan masyarakat tak lagi pnya banyak waktu untuk belanja secara fisik ke mal konvensional," ujar dia. (*)