Tersangka Sukron saat jalani penyidikan di Mapolsek Kalidawir. / Foto : Dokumen Polisi / Tulungagung TIMES
Tersangka Sukron saat jalani penyidikan di Mapolsek Kalidawir. / Foto : Dokumen Polisi / Tulungagung TIMES

Pencurian handphone (HP) di Nggentungan, Betak, Kalidawir yang dilakukan Sukron Wijaya (15), warga Kebonsari, beberapa hari lalu berusaha didamaikan. Langkah tersebut dilakukan karena Sukron masih di bawah umur dan kedua belah pihak sudah dimediasi. 
"Malam Selasa itu sudah langsung dimediasi. Damai," ungkap Kepala Desa Betak Catur Subagyo. 

 

Sementara, Kapolsek Kalidawir AKP Ilyas membenarkan proses perdamaian itu. Menurut dia, selain masih di bawah umur, diharapkan pelaku masih bisa memperbaiki kelakuannya. "Korban juga tidak menuntut  asal tidak mengulangi perbuatannya dan barang bukti dikembalikan," ujar kapolsek. 

"Bila nanti pengadilan setuju, kasus tidak saya limpahkan. Namun, bila pengadilan tidak mengeluarkan penetapan, kasus saya lanjut ke kejaksaan," ujar kapolsek. 

Sementara, Linggo yang merupakan perwakilan dari pihak pelapor menyatakan bahwa semua urusan diserahkan ke polisi. "Kami awal melaporkan itu memang ingin biar malingnya jera dan jika ada korban lain biar sama-sama lapor atau barangnya dikembalikan," ungkap Linggo.

Menurut dia,hingga kini belum ada pencabutan laporan dan proses jalan terus. Korban sudah mendapat permintaan bertemu dari keluarga tersangka untuk permintaan maaf.  "Ya nanti aja sekalian mediasi dan bertemu di polsek," pungkas Linggo. (*)