Ruang Tahanan Polres Jember saat direnovasi (foto : Moh. Ali Makrus/ JemberTIMES)

Ruang Tahanan Polres Jember saat direnovasi (foto : Moh. Ali Makrus/ JemberTIMES)



Banyaknya kasus tahanan kabur dalam beberapa bulan terakhir di beberapa lapas di Indonesia, langsung mendapat reaksi dari Mapolres Jember, sehingga 7 ruang tahanan yang ada di lingkungan Polres Jember, direnovasi.

“Kami sengaja merenovasi tujuh ruang tahanan di Mapolres, dari yang semula tembok dan hanya sisi depan yang diteralis besi, kami rubah ke teralis semua, hal ini untuk mengurangi rasa panas di dalam tahanan,” ujar Kasat Tati (Tahanan dan Barang Bukti) Iptu Sri Sabdono, SH kepada wartawan Selasa (16/5/2017)

Masih menurut Sri Sabdono, 7 ruang tahanan di Mapolres Jember sendiri masing- masing seluas 3 X 4 meter, dan hanya mampu menampung 70 tahanan, sehingga ruang tahanan terasa sesak,.

“Banyaknya tahanan kabur dikarenakan mereka merasa gerah dan panas di dalam, sehingga dengan perubahan dari tembok ke teralis diharapkan bisa lebih longgar, tidak hanya itu, lantai yang semula hanya plester, juga kami ganti dengan keramik,” ujar Sri Sabdono.

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, SH, SIK, MH, saat ditemui di ruang terpisah mengatakan bahwa renovasi salah satu bentuk Polres Jember ingin memanusiakan manusia meski sebagai pelanggar hukum.

"Saat ini ruang tahanan Polres Jember sedang kami lakukan renovasi untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan tahanan," jelas Kusworo.

Selain ruang tahanan dipertebal dan diganti teralis, Kapolres juga mengatakan bahwa ruang tahanan dilengkapi dengan motion sensor dan fingerprint untuk petugas jaga.

“Kami juga tambahkan motion sensor, dimana saat dilewati tahanan alrm bisa berbunyi, disamping itu dengan tambahan fingerprint nanti berfungsi untuk absensi petugas jaga tiap 30 menit sekali. Ini akan memaksa petugas jaga untuk patroli ke ruang tahanan," Pungkas Kapolres. (*)


End of content

No more pages to load