Bupati Blitar Rijanto saat memberikan sambutan dalam pembukaan sekolah lapang iklim tahap ketig .(Foto: Aunur Rofiq/ BlitarTIMES)
Bupati Blitar Rijanto saat memberikan sambutan dalam pembukaan sekolah lapang iklim tahap ketig .(Foto: Aunur Rofiq/ BlitarTIMES)

Sebanyak 150 petani di Kabupaten Blitar mengikuti sekolah lapang iklim tahap ketiga di Desa Sumbersari, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Senin (27/3/2017).

“Dengan mengikuti sekolah lapang iklim ini, petani bisa memahami informasi iklim dan menekan kegagalan panen,” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Yunus Subagio.

Yunus mengharapkan, dengan adanya pemahaman informasi iklim, kegagalan panen menjadi berkurang. Dan hasil tanaman padi bisa maksimal dan dapat membantu capaian swasembada pangan.

Tujuan dari kegiatan sekolah lapang iklim tahap ketiga, terang Yunus, adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan informasi iklim di wilayah kerja guna melakukan antisipasi dampak fenomena iklim ekstrem.

“Selain itu, melakukan adaptasi terhadap usaha pertanian apabila terjadi iklim ekstrem, seperti banjir dan kekeringan,” tukasnya.

Anggota Komisi V DPR RI, Sanda Restuwati, yang hadir dalam kesempatan ini menyampaikan, sekolah lapang iklim tahap ketiga ini diharapkan dapat memberikan edukasi dan pola pikir maju bagi petani.

“Sehingga hasil pertanian dapat maksimal. Petani juga dapat memanfaatkan dengan baik bantuan alat pertanian dari pemerintah pusat,” tandasnya.

Bupati Blitar Rijanto menyambut baik adanya sekolah lapang iklim yang digelar BMKG sebab sangat menunjang sektor pertanian.

Para petani harus memiliki ilmu dalam bidang iklim supaya hasil panen baik dengan pola tanam sesuai dengan prakiraan musim.

"Saya harap peserta sekolah lapang serius mengikuti kegiatan ini karena penting dan ilmunya sangat bermanfaat," katanya.

Bupati menambahkan, Kabupaten Blitar merupakan wilayah pertanian dan peternakan. Hasil peternakan cukup menonjol karena Blitar menyuplai kebutuhan telur nasional sebesar 450 ton per hari.

“Saat ini pakan ayam mahal sehingga peternakan di Blitar mengalami penurunan hasil produksi telur. Semoga segera ada solusi untuk masalah ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Dandim 0808 Blitar mengimbau kepada para Babinsa untuk terus memberikan pendampingan kepada petani. Pendampingan intensif mutlak diperlukan agar program yang dijalankan pemerintah  berjalan lancar.(*)