Warga saat mendatangi Mapolsek Mumbulsari untuk melihat dari dekat pencari amal yang dicurigai sebagai penculik anak (Foto: Minto SW/ JemberTIMES)

Warga saat mendatangi Mapolsek Mumbulsari untuk melihat dari dekat pencari amal yang dicurigai sebagai penculik anak (Foto: Minto SW/ JemberTIMES)



Isu penculikan anak yang belakangan marak terjadi di berbagai daerah di Indonesia, Kamis (23/3/2017) menjadikan Misli (48) warga Dusun Sumber Agung Desa Lampeji Kecamatan Mumbulsari Jember, harus rela diamankan oleh warga dan dievakuasi ke Mapolres Jember.

Beruntung warga tidak sampai berbuat anarkhis bermain hakim sendiri. Informasi yang diterima media ini, Misli pada Kamis sore sedang menyusuri sungai yang ada di samping jalan yang ada di Dusun Sumberpinang Desa Tamansari Mumbulsari Jember. Ternyata gerak gerik Misli ini dipantau oleh warga sekitar, karena tingkahnya dianggap mencurigakan, warga lantas menanyakan tujuan Misli menyusuri sungai di sepanjang jalan tersebut.

Karena saat memberikan jawaban berbelit-belit, warga lantas mengamankan yang bersangkutan ke balai desa untuk diinterogasi.

“Saat itu Misli menyusuri sungai, karena dianggap orang asing di daerah tersebut, yang bersangkutan oleh warga ditanya, lalu oleh yang bersangkutan dijawab kalau sedang menjaring burung, namun saat oleh warga ditanya jaringnya ia tidak bisa menunjukkannya," ujar Kapolsek Mumbulsari Heri Supadmo kepada wartawan.

Karena semakin curiga, barang bawaanya pun oleh warga digeledah, ternyata isinya kantong beras dan proposal pembangunan masjid. Saat ditanya oleh warga, jawabannya selalu berbelit-belit.

Ternyata saat proses penggeledahan dan interogasi terhadap Misli di balai desa ini, ada warga yang mengabarkan jika ada pelaku penculikan yang diamankan di balai desa. Tak ayal puluhan warga tanpa dikomando langsung berduyun-duyun mendatangi balai desa untuk melihat pelaku,.

“Mungkin warga terprovokasi isu penculikan anak, jadi saat pihak desa mengamankan orang asing dengan gelagat mencurigakan, warga cepat percaya dan mendatangi balai desa. Karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, yang bersangkutan kita evakuasi di Mapolsek untuk dimintai keterangan,” ujar Heri.

Namun upaya evakuasi pihak Polsek Mumbulsari ke Mapolsek tidak menyurutkan warga, justru saat Misli dievakuasi menggunakan mobil patroli ke Mapolsek, jumlah warga yang mendatangi Mapolsek semakin banyak hingga ratusan massa. Khawatir terjadi sesuatu, oleh pihak Polsek Mumbulsari, yang bersangkutan dibawa ke Mapolres Jember untuk penanganan lebih lanjut.

“Saat di Mapolsek, jumlah warga yang datang justru semakin banyak, karena tidak ingin terjadi sesuatu, akhirnya malam itu juga yang bersangkutan kita evakuasi ke Mapolres Jember, dengan didampingi oleh kades Lampeji,” ujar Heri. (*)


End of content

No more pages to load