Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto (kanan) memimpin petugas identifikasi pada jenazah Uripah, Rabu (2/11/2016). (Foto: Muhammad Sholeh/JombangTIMES).
Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto (kanan) memimpin petugas identifikasi pada jenazah Uripah, Rabu (2/11/2016). (Foto: Muhammad Sholeh/JombangTIMES).

Warga Dusun Melaten Desa Selorejo mendadak gempar pada Rabu pagi (2/11/2016). Uripah (41) seorang ibu rumah tangga ditemukan menggantung tidak bernyawa di salah satu kamar rumahnya.

Informasi di lapangan menyebutkan, Uripah yang tampak murung sejak pagi itu menitipkan anak balitanya ke Sugiarti. Normal-normal saja, seperti hari biasa, saat ia akan mencuci pakaian selalu menitipkan balitanya kepada Sugiarti yang tidak lain adalah adik iparnya sendiri.

Kegaduhan baru meledak sesaat Dika Santoso (19), anak lelaki korban, pulang ke rumah. Sesaat setelah masuk kamar, remaja yang masih berstatus pelajar itu dikejutkan dengan pemandangan yang memilukan. Ibunya telah meninggal dunia dalam posisi menngantungkan diri dengan menggunakan sehelai kain selendang.

Mengetahui kondisi itu, Dika pun berteriak memanggil bibinya yang sedang menemani bermain balita korban. Setelah memastikan kondisi kakak iparnya, Sugiarti memanggil tetangga sekitar untuk ikut menyaksikan kondisi terakhir Uripah. Selanjutnya mereka melaporkan ke perangkat desa, dan diteruskan ke Mapolsek.

Kepala Polisi Sektor Mojowarno AKP Wilono dikonfirmasi kejadian itu menyatakan, informasi yang diperoleh petugas menyebutkan bahwa korban mengalami halusinasi belakangan ini. “Pengakuan korban kepada saksi, ia sering dihantui oleh arwah tetangganya yang sudah meninggal. Jadi, dugaan kuat adalah faktor psikologis yang melatar belakangi kejadian tersebut,” kata Wilono

Kepala Sub Bagian Humas Polisi Resor Jombang, Iptu Subadar membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya kejadian itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. “Saksi mata merupakan anak sendiri dan adik ipar korban. Dari identifikasi kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kapolres, tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban,” tegas Subadar, Rabu (2/11/2016). (*)