17 mahasiswa asing program Dharmasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) (Wahida Rahmania Arifah/ MalangTIMES)
17 mahasiswa asing program Dharmasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) (Wahida Rahmania Arifah/ MalangTIMES)

Budaya Indonesia kian menarik minat Warga Negara Asing (WNA). UPT Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendapatkan kehormatan menerima 17 mahasiswa asing dari berbagai negara diantaranya Korea Selatan, Jepang, Thailand, dan Jerman. 

"Di Indonesia sendiri ada total 580 mahasiswa asing yang belajar Bahasa Indonesia. UPT BIPA UMM sendiri menerima 17 mahasiswa asing yang akan belajar budaya dan seni Indonesia selama satu tahun atau dua semester," jelas Kepala UPT BIPA UMM, Arif Budiwurianto saat ditemui MalangTIMES pada Sabtu (3/9/2016).

Program yang diberi nama Dharmasiswa Republik Indonesia Scholarship ini sudah lama menjadi diplomasi kebudayaan antara Indonesia dan negara sahabat. Dimulai pada kurun 1974, setiap tahun ada ratusan mahasiswa dari negara sahabat yang belajar kebudayaan Indonesia.

Universitas Muhammadiyah Malang sendiri sejak tahun 2006 menerima mahasiswa asing di program darmasiswa. Selama satu tahun mereka akan belajar budaya dan seni Indonesia.

"Satu semester mereka wajib belajar bahasa Indonesia, setelah itu mereka belajar sesuai dengan minat keilmuan di fakultas yang dituju," papar Arif. 

Dharmasiswa Republik Indonesia Scholarship tidak saja memberikam fasilitas belajar bahasa dan seni bagi mahasiswa asing. Program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) ini juga berisi agenda Jelajah Nusantara. 

"Tidak saja mahasiswa asing belajar di dalam kelas. Tetapi di akhir program, mereka akan diajak untuk menjelajah ke beberapa destinasi wisata. Setelah itu mahasiswa asing harus membuat laporan perjalanan nusantara mereka," pungkas Arif.